Berita  

Pengiriman Beras 10.000 Ton dari Indonesia ke Palestina: Tindak Lanjut Kata Pengamat

Pieter mempertimbangkan pentingnya diplomasi kemanusiaan, namun tetap menyadari bahwa masih banyak anak-anak di Indonesia yang mengalami kekurangan gizi dan harga pangan pokok yang terus meningkat. Menurut laporan terbaru SMERU Research Institute, ketimpangan akses pangan dan gizi di Indonesia semakin memburuk sejak tahun 2022, terutama akibat pandemi dan lonjakan harga global. Pieter mengungkapkan bahwa dukungan terhadap Palestina oleh pemerintah Indonesia tidak harus selalu berupa bantuan pangan fisik, tapi bisa berwujud dukungan diplomatik, kontribusi medis, atau peran aktif dalam upaya perdamaian.

Pieter juga menyoroti bahwa Prabowo memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin yang adil secara sosial, namun harus memperlihatkan kepedulian terlebih dahulu kepada rakyat Indonesia. Menurutnya, keberpihakan terhadap rakyat dalam negeri juga harus menjadi prioritas sebelum melakukan bantuan ke luar negeri. Pieter juga menekankan bahwa empati yang sejati harus dimulai dari dalam rumah sendiri, bukan hanya bertumpu pada retorika solidaritas global. Menurutnya, Indonesia diharapkan menjadi kekuatan moral di dunia, namun landasan kekuatan tersebut haruslah berpijak pada keadilan dalam negeri.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian secara resmi mengirimkan bantuan beras ke Palestina, yang diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian Indonesia kepada Menteri Pertanian Palestina. Tindakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebelum keberangkatannya ke Konferensi Tingkat Tinggi BRICS 2025 di Brasil.ıklan.

Source link