Kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan, terus disorot publik setelah polisi mengungkap rangkaian penyelidikan yang sudah berjalan sejak jasadnya ditemukan pada Selasa, 8 Juli 2025. Di tengah spekulasi yang berkembang, kepolisian menegaskan bahwa proses pengumpulan bukti dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar berfokus pada satu petunjuk tertentu. Rekaman CCTV, keterangan saksi, hingga barang-barang yang disita kini menjadi bagian penting untuk merangkai duduk perkara.
Pemeriksaan Saksi Dibagi ke Dalam Klaster
Usai penemuan jasad Arya, polisi langsung turun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Tak hanya mendatangi indekos korban, penyidik juga memeriksa 24 saksi yang kemudian dikelompokkan ke dalam beberapa klaster. Pembagian itu mencakup keluarga, lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, serta orang-orang yang terakhir kali berinteraksi dengan Arya.
Pola pemeriksaan ini menunjukkan bahwa penyidik berupaya menelusuri jejak korban dari berbagai sisi, bukan hanya dari lokasi ditemukannya jasad. Dengan begitu, alur waktu sebelum kejadian bisa disusun lebih rapi dan saling dikaitkan dengan keterangan para saksi.
103 Barang Bukti Diamankan dari Tiga Titik
Selain memeriksa saksi, polisi juga menyita total 103 barang bukti. Seluruh barang itu dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk memudahkan analisis. Penemuan barang bukti dilakukan dari tiga titik berbeda, yakni kantor korban, kos korban, serta dari keluarga korban dan para saksi lainnya.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam penyelidikan karena setiap barang bukti berpotensi menguatkan atau menjelaskan keterangan yang sudah lebih dulu dikumpulkan penyidik. Hingga kini, seluruh temuan tersebut masih diproses untuk melihat keterkaitannya dengan peristiwa kematian Arya.
Kompolnas Sebut Rekaman CCTV Konsisten
Di sisi lain, Kompolnas memastikan ada konsistensi antara rekaman CCTV, keterangan penjaga indekos, dan pernyataan istri Arya Daru Pangayunan. Penjelasan ini menjadi penegasan bahwa sejumlah informasi kunci yang beredar sejauh ini saling mendukung dalam proses penelusuran kasus.
Terkait tas kresek yang tampak dalam rekaman CCTV, Kompolnas menyebut objek tersebut sudah dianalisis. Namun, hasil analisisnya belum dapat dipublikasikan secara resmi. Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, kasus ini tetap menyisakan banyak pertanyaan, sementara polisi terus menyusun potongan demi potongan informasi untuk menemukan gambaran utuh di balik kematian diplomat muda tersebut.
Source link












