Kasus kekerasan terhadap seorang balita berusia 4 tahun di Tangerang Selatan kembali membuka fakta yang menyayat hati. Dari hasil pemeriksaan, korban ternyata mengalami kekerasan berulang dalam waktu yang relatif singkat sebelum akhirnya meninggal dunia. Peristiwa ini bukan sekadar insiden tunggal, melainkan rangkaian penganiayaan yang membuat kondisi korban terus memburuk hingga tak tertolong.
Kekerasan Terjadi Berulang Kali
Saat korban ditemukan, terungkap bahwa ia telah menjadi sasaran kekerasan sedikitnya enam kali. Bentuk penganiayaan yang dialami pun beragam, mulai dari pemukulan, tendangan, pelemparan, hingga penggunaan benda tumpul. Pola kekerasan yang berulang ini menunjukkan bahwa korban berada dalam situasi yang sangat berbahaya dan tidak memiliki perlindungan yang memadai.
Luka Dalam yang Berujung Fatal
Hasil pemeriksaan medis memperlihatkan tubuh korban dipenuhi sejumlah luka. Namun, satu luka paling parah menjadi penyebab utama kematian. Luka tersebut memicu pendarahan hebat dan berujung pada kerusakan organ dalam di bagian perut. Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan, menyampaikan bahwa korban meninggal dunia akibat kekerasan dengan benda tumpul yang menyebabkan robeknya organ dalam di area perut.
Gambaran Kekejaman yang Sulit Diterima
Rangkaian temuan itu memberi gambaran yang lebih jelas tentang kekerasan berat yang dialami korban sebelum mengembuskan napas terakhir. Fakta bahwa penganiayaan terjadi berkali-kali dalam waktu singkat membuat kasus ini kian tragis, terlebih pelakunya disebut berasal dari orang tua korban sendiri. Source link












