Kericuhan di sekitar aksi unjuk rasa depan DPR menyisakan luka bagi Lurah Manggarai Selatan, Muhammad Sidik, dan sopirnya. Keduanya bukan hanya menjadi korban penganiayaan, tetapi juga kehilangan mobil dinas yang dirusak saat melintas di Jalan KS. Tubun. Peristiwa itu kini resmi dibawa ke ranah hukum setelah Sidik melapor ke pihak kepolisian.
Kronologi Masih Didalami Polisi
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki rangkaian kejadian yang menimpa Sidik dan sopirnya. Dari informasi yang ada, mobil dinas yang mereka tumpangi sempat dihadang massa di tengah situasi yang memanas. Amukan kelompok yang berada di lokasi membuat kendaraan itu menjadi sasaran perusakan.
Sidik dan sopirnya disebut sempat berupaya menyelamatkan diri. Namun, situasi di lapangan membuat keduanya tetap terjebak dalam kerusuhan. Mereka akhirnya keluar dari mobil demi menghindari risiko yang lebih besar, tetapi justru masih menjadi sasaran kekerasan massa.
Korban Luka dan Barang Berharga Hilang
Akibat insiden tersebut, Muhammad Sidik dan sopirnya mengalami luka-luka serius. Selain fisik, kerugian lain juga dialami karena sejumlah barang berharga ikut raib dalam kejadian itu. Meski dalam kondisi selamat, keduanya masih menjalani pemulihan setelah mengalami penganiayaan yang cukup parah.
Peristiwa Jadi Sorotan Perlindungan Aparat
Kasus ini kembali menyoroti risiko yang dihadapi aparatur kelurahan ketika berada di tengah situasi massa yang tak terkendali. Insiden di Jalan KS. Tubun menjadi pengingat bahwa pengamanan di sekitar aksi unjuk rasa perlu benar-benar diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali menimpa petugas maupun warga yang kebetulan melintas.
Source link












