Pagi hari Rabu, atap bangunan SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor tiba-tiba ambruk. Kejadian ini menyebabkan puluhan siswa dan guru terluka ketika atap menimpa tiga ruangan, termasuk ruang kelas dan aula. BPBD Kabupaten Bogor mencatat ada 31 korban, terdiri dari guru dan siswa, yang mengalami luka akibat kejadian tersebut. Mereka langsung dilarikan ke RS Thamrin dan RS Merry untuk mendapatkan perawatan medis.
Komandan Kompi BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, menjelaskan bahwa sebagian besar korban yang dirawat di RS Thamrin telah pulang ke rumah setelah mendapatkan perawatan medis. Namun, masih ada 6 orang yang masih menjalani perawatan, termasuk di RS Merry. Beberapa korban mengalami luka fisik serius seperti benturan di kepala dan sesak napas, sementara yang lain mengalami trauma akibat kejadian itu. Jalaludin menegaskan bahwa penanganan medis terus dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan korban yang terluka.












