Bali sebagai tujuan pariwisata Indonesia mengalami dampak serius akibat banjir, menurut Puan. Selain merugikan masyarakat lokal secara ekonomi, hal ini juga berdampak pada citra Indonesia di mata internasional. Puan menekankan perlunya pemulihan Bali secara menyeluruh, dengan memperhatikan tidak hanya perbaikan infrastruktur yang rusak tetapi juga dukungan finansial bagi pelaku ekonomi kecil seperti petani, pedagang pasar, dan pelaku UMKM. DPR RI dipastikan akan memantau proses pemulihan Bali agar berjalan transparan, cepat, dan berpihak pada masyarakat. Banjir ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kehadiran negara yang nyata dalam membantu Bali pulih dari bencana tersebut.
Data BNPB mencatat bahwa banjir di Bali telah menelan korban jiwa, dengan 14 orang meninggal dunia dan dua orang di Denpasar masih dalam pencarian. BPBD Bali melaporkan terdapat 120 titik banjir di tujuh kabupaten/kota, dengan Denpasar menjadi daerah terdampak terbesar dengan 81 titik banjir, diikuti oleh Gianyar, Badung, Tabanan, Karangasem, Jembrana, dan Klungkung. Sebanyak 562 warga telah mengungsi, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Jembrana dan Kota Denpasar.












