Berita  

Kejagung Janji Terus Kejar Jurist Tan Stafsus Nadiem Makarim

Kejaksaan Agung terus menekan pengusutan dugaan korupsi dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek periode 2019–2022. Setelah menetapkan lima tersangka, lembaga penegak hukum itu menegaskan kasus ini belum berhenti di nama-nama yang sudah diumumkan, termasuk Jurist Tan yang pernah menjabat Staf Khusus Mendikbudristek dan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim.

Lima nama masuk daftar tersangka

Selain JT atau Jurist Tan, penyidik juga menetapkan IBAM alias Ibrahim Arief, mantan konsultan teknologi di Kemendikbudristek. Dua pejabat lain yang ikut terseret adalah SW atau Sri Wahyuningsih, yang pernah menjabat Direktur Sekolah Dasar pada Direktorat PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek periode 2020–2021 sekaligus kuasa pengguna anggaran di lingkungan Direktorat Sekolah Dasar pada tahun anggaran 2020–2021.

Nama lainnya adalah MUL atau Mulyatsyah, yang pernah menjabat Direktur Sekolah Menengah Pertama pada direktorat yang sama dalam periode 2020–2021, serta memegang peran sebagai kuasa pengguna anggaran di lingkungan Direktorat Sekolah Menengah Pertama pada tahun anggaran 2020–2021. Dengan demikian, total ada lima tersangka yang telah diumumkan Kejagung dalam perkara ini.

Kejagung belum berhenti pada penetapan tersangka

Di antara nama yang ditetapkan, Nadiem Makarim menjadi sorotan karena statusnya sebagai mantan menteri yang memimpin kementerian saat program digitalisasi pendidikan berlangsung. Namun Kejaksaan Agung menegaskan proses penyidikan masih berjalan dan komitmen mereka adalah mengurai perkara ini sampai terang seluruh konstruksinya, termasuk peran masing-masing pihak dalam kebijakan dan pelaksanaannya.

Pernyataan Kejagung itu memperlihatkan bahwa penetapan lima tersangka bukan titik akhir, melainkan bagian dari proses penyelidikan yang masih terus berkembang. Dengan latar program digitalisasi pendidikan yang menyangkut anggaran dan kebijakan di lingkungan kementerian, kasus ini diperkirakan masih akan menyisakan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab penyidik.

Source link