Kasus Tragis: Motif Suami Bakar Rumah dan Istirinya di Cakung

Polisi Ungkap Motif Pelaku Bakar Rumah dan Istri Hingga Tewas di Cakung, Jakarta Timur

Polisi berhasil mengungkap motif pelaku MA (29) yang membakar rumah kontrakan dan istrinya hingga tewas di Jalan Borobudur, Kavling Tanah Merah, Jakarta Timur. Menurut Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur, AKP Sri Yatmini, motif pelaku adalah kesal dengan istri yang seolah-olah tidak merespon apa yang dimintanya.

Kasus ini dilaporkan oleh Ketua RT setempat, Paiman, dengan nomor LP/B/3511/IX/2025/SPKT Polres Metro Jakarta Timur. Korban dalam kasus tindak pidana kekerasan fisik dalam rumah tangga dan oembunuhan berencana adalah istri pelaku SNC (31) dan ibu mertua tersangka M (50).

Kejadian bermula saat tersangka meminta tolong kepada istrinya untuk membuatkan mi instan, namun tersangka merasa kesal karena sang istri sibuk dengan ponselnya. Ini menyebabkan emosi tersangka naik dan terjadilah cekcok sehingga korban melarikan diri ke kamar ibunya.

Tersangka kemudian membawa cairan tiner dan menyiramkannya ke wajah, rambut, dada, dan leher istrinya. Akibatnya, korban mengalami luka bakar serius di wajah dan tubuh, sementara ibu korban juga mengalami penganiayaan hingga wajah lebam dan mata bengkak.

Setelah peristiwa itu, tersangka berteriak seolah-olah terjadi kebakaran untuk mengelabui warga sekitar. Namun, Polres Metro Jakarta Timur curiga bahwa ini bukan kebakaran. Korban SNC yang masih bisa memberikan keterangan juga menyatakan bahwa dirinya dibakar oleh suaminya.

Setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, korban SNC meninggal dunia dan jenazahnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi. Tersangka telah ditahan dan dijerat dengan beberapa pasal berlapis, dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau minimal 20 tahun penjara.

Polisi akan terus berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut terkait kasus ini. Sebelumnya, kebakaran rumah kontrakan yang terjadi dipicu oleh pertengkaran rumah tangga, dengan kerugian mencapai Rp15 juta.

Source link