Berita  

Prabowo Akan Bangun Giant Sea Wall di Indonesia – Sidang Umum PBB

New York — Presiden Prabowo Subianto menempatkan isu iklim dan ketahanan pangan sebagai dua pesan utama Indonesia di Sidang Umum PBB. Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa hanya berhenti pada wacana soal krisis iklim, melainkan harus bergerak dengan proyek nyata, termasuk pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa.

Tanggul Laut Raksasa Jadi Simbol Langkah Nyata

Prabowo menekankan bahwa pembangunan tanggul laut raksasa menjadi salah satu jawaban Indonesia dalam menghadapi ancaman perubahan iklim. Ia menyebut, persoalan iklim tidak cukup disikapi dengan slogan atau janji politik, tetapi membutuhkan tindakan yang bisa dirasakan dampaknya secara langsung. Dalam pandangannya, Indonesia juga masih memiliki peluang untuk mencapai net zero emission sebelum 2060 jika kebijakan dijalankan secara tegas dan konsisten.

Indonesia Klaim Swasembada Beras

Di sisi lain, Prabowo juga mengumumkan capaian Indonesia di sektor pangan. Ia menyampaikan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada beras, bahkan produksi tahun ini disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah. Cadangan pangan pun diklaim berada dalam kondisi melimpah. Pernyataan itu disampaikan dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden pada 23 September 2025.

Mulai Ekspor Beras ke Negara yang Membutuhkan

Lebih jauh, Prabowo mengatakan Indonesia kini mulai mengekspor beras ke sejumlah negara yang membutuhkan, termasuk Palestina. Langkah ini, menurutnya, menjadi penanda bahwa Indonesia bukan hanya berhasil memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga punya kemampuan ikut membantu kebutuhan pangan di luar negeri. Kombinasi agenda iklim dan pangan itu memperlihatkan arah yang ingin ditegaskan Prabowo: Indonesia harus tampil sebagai negara yang siap mengambil peran lebih besar di tengah krisis global.

Source link