Kasus kematian anak perempuan berinisial AR (8) yang ditemukan di sebuah kamar indekos di Jalan Arwana Pejagalan, Jakarta Utara, pada Minggu (21/9), kini menjadi perhatian serius tim forensik Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dari pemeriksaan awal, penyidik dan dokter forensik menduga ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, meski kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Pemeriksaan Forensik Masih Berjalan
Kabid Yandokpol RS Polri, Kombes Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa timnya masih mendalami kemungkinan korban meninggal akibat kekerasan tumpul. Dugaan itu muncul setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jenazah AR. Proses yang dijalankan tidak hanya pemeriksaan luar dan dalam, tetapi juga toksikologi serta histopatologi untuk mencari penjelasan medis yang lebih pasti.
Hasil sementara memang mengarah pada adanya kekerasan tumpul, namun RS Polri belum bisa menyimpulkan penyebab kematian secara final. Menurut Ahmad Fauzi, kepastian baru akan diperoleh setelah seluruh hasil laboratorium keluar dan dianalisis secara lengkap.
Jasad Ditemukan Membusuk dengan Luka
Jasad AR ditemukan dalam kondisi membusuk dan terdapat tanda-tanda luka pada tubuhnya. Kondisi tersebut membuat proses identifikasi waktu kematian juga ikut dikejar, agar kronologi kejadian dapat disusun dengan lebih jelas. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui kapan korban diduga meninggal dan bagaimana kemungkinan peristiwa itu terjadi.
Polisi Periksa Saksi dan Orang Tua Korban
Di sisi lain, Polsek Metro Penjaringan juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk orang tua korban. Langkah ini dilakukan untuk menghimpun keterangan yang bisa membantu mengungkap rangkaian peristiwa sebelum AR ditemukan tak bernyawa. Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung dan seluruh temuan medis maupun keterangan saksi akan dicocokkan untuk mencari titik terang kasus tersebut.
Dengan pemeriksaan yang masih berjalan di RS Polri dan kepolisian, penyebab kematian AR belum dapat dipastikan. Namun, dugaan awal adanya kekerasan membuat kasus ini terus ditelusuri dari sisi forensik maupun penyidikan lapangan.
Source link












