Buah tropis mengandung gula antara 10 hingga 50 gram, di mana mangga termasuk buah dengan kandungan gula tinggi. Dampak potensialnya terhadap risiko diabetes membuat mangga terlihat kurang cocok sebagai camilan. Namun, penelitian terkini dari jurnal Foods menemukan bahwa meskipun mengandung lebih banyak gula, mangga sebenarnya dapat memberikan perlindungan bagi orang dewasa dengan pradiabetes.
Penelitian tersebut menyoroti bahwa selain kandungan gula dalam makanan, konteks konsumsi secara keseluruhan juga memiliki peran penting. Mangga, yang mengandung gula alami bersama dengan serat, vitamin, dan nutrisi lainnya, membawa manfaat kesehatan yang beragam, tidak seperti makanan olahan yang hanya mengandung tambahan gula.
Studi klinis jangka panjang tersebut mengamati pengaruh konsumsi mangga segar setiap hari pada orang dengan pradiabetes. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi mangga mengalami peningkatan kontrol glukosa darah, sensitivitas insulin yang lebih baik, dan penurunan lemak tubuh, berbeda dengan kelompok yang mengonsumsi camilan rendah gula.
Ditambah dengan studi sebelumnya yang menemukan bahwa mangga dapat meningkatkan sensitivitas insulin tanpa menambah berat badan, membuktikan bahwa buah tropis ini dapat menjadi tambahan yang bermanfaat dalam pola makan orang yang berisiko diabetes. Kandungan serat, antioksidan, dan polifenol dalam mangga diyakini dapat membantu mengendalikan lonjakan gula darah dan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin.
Dengan demikian, meskipun mangga mengandung gula alami yang tinggi, manfaat kesehatannya yang beragam membuatnya menjadi pilihan makanan yang menarik bagi orang yang ingin menjaga kesehatan metabolisme dan mengurangi risiko diabetes tipe 2.
