Kerumunan meriah di puncak Abang None Jakarta 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, mendadak berubah jadi perhatian publik setelah aksi copet terekam jelas di tengah kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Di saat banyak orang fokus menyambut pejabat daerah, dua pria justru memanfaatkan situasi untuk menggasak ponsel milik seorang pegawai Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Barat.
Aksi Pelaku Terekam Saat Acara Berlangsung
Rekaman yang dibagikan Kepala Seksi Industri Suku Dinas Parekraf Jakarta Barat, Sanyoto, memperlihatkan momen ketika para pelaku beraksi tepat di sekitar area kedatangan pimpinan DKI Jakarta. Salah satu pria terlihat mengenakan sweater hitam dengan angka 77. Dari sisi kanan Gubernur, ia diduga mengambil ponsel milik korban, Farhan Fauzan, yang saat itu tengah sibuk memegang kamera untuk kebutuhan liputan acara.
Setelah berhasil mengambil barang tersebut, pelaku langsung menyerahkannya kepada rekannya yang mengenakan kemeja biru dan jaket hitam. Dalam video, pria kedua tampak berpura-pura menjadi bagian dari kru atau wartawan, seolah sedang ikut merekam jalannya acara. Pola ini membuat aksi pencopetan tampak menyatu dengan keramaian, sehingga tidak langsung mencuri perhatian orang di sekitar.
Korban Bersiap Lapor Polisi
Sanyoto memviralkan video itu untuk membantu mengidentifikasi kedua pria tersebut. Langkah itu sekaligus menjadi upaya awal agar kasus ini bisa segera ditindaklanjuti. Sementara itu, korban disebut akan segera membuat laporan ke pihak kepolisian atas kehilangan ponsel yang dialaminya di lokasi acara resmi tersebut.
Polsek Menteng Tunggu Laporan Resmi
Kapolsek Menteng, Kompol Reza Rahandi, membenarkan bahwa pihaknya akan menelusuri insiden ini lebih jauh setelah laporan resmi diterima. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keramaian acara publik bisa menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk bergerak cepat, bahkan di tengah pengamanan dan kehadiran pejabat tinggi daerah.
Di tengah sorotan pada gelaran budaya itu, kejadian pencopetan ini justru menegaskan bahwa kewaspadaan tetap dibutuhkan kapan pun, terutama saat banyak orang berdesakan dan perhatian terpecah oleh rangkaian acara.
Source link












