Kisah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober

Kisah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober

Setiap 1 Oktober, Indonesia kembali menegaskan satu hal yang sama: Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan perekat yang menjaga bangsa tetap utuh. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, sebuah pengingat bahwa persatuan tidak lahir begitu saja, melainkan dijaga melalui sejarah panjang dan pengorbanan.

Berbeda dengan Hari Lahir Pancasila

Hari Kesaktian Pancasila kerap disamakan dengan Hari Lahir Pancasila, padahal keduanya punya makna dan latar belakang yang berbeda. Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni dan ditetapkan melalui Keppres Nomor 24 Tahun 2016. Peringatan itu menandai lahirnya gagasan awal Pancasila yang disampaikan Presiden Soekarno pada 1 Juni 1945.

Sementara itu, Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober berdasarkan Keppres Nomor 153 Tahun 1967. Momen ini tidak merujuk pada lahirnya Pancasila, melainkan pada keteguhan bangsa Indonesia dalam mempertahankan ideologi negara dari ancaman yang pernah mengguncang perjalanan sejarah nasional.

Jejak sejarah di balik penetapan 1 Oktober

Peringatan ini lahir dari peristiwa G30S/PKI yang menjadi salah satu babak paling kelam dalam sejarah Indonesia. Dari peristiwa tersebut, bangsa Indonesia diingatkan kembali tentang pentingnya kewaspadaan, daya juang, dan kesetiaan terhadap Pancasila sebagai dasar negara. Presiden Soeharto kemudian menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila pada 27 September 1967, agar seluruh rakyat Indonesia memiliki ruang bersama untuk mengenang peristiwa itu setiap tahun.

Mengenang pahlawan revolusi

Di balik peringatan ini juga ada penghormatan bagi para pahlawan revolusi yang gugur. Mereka menjadi simbol pengorbanan dalam mempertahankan keutuhan bangsa di tengah ancaman yang berusaha merobek persatuan. Karena itu, Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga ajakan untuk kembali memahami bahwa Pancasila adalah fondasi yang mempersatukan berbagai perbedaan di Indonesia.

Makna yang terus relevan

Lebih dari lima dekade sejak ditetapkan, Hari Kesaktian Pancasila tetap relevan sebagai pengingat bahwa ideologi bangsa ini harus dijaga bersama. Peringatan setiap 1 Oktober menjadi kesempatan untuk mempertebal keyakinan bahwa Pancasila bukan hanya sejarah, melainkan pandangan hidup yang terus menuntun arah Indonesia. Dalam situasi apa pun, nilai-nilai itu tetap menjadi penopang utama bagi persatuan nasional.

Source link