3 Red Flags Pertemanan yang Tak Disadari

Bersosialisasi dan menjalin hubungan pertemanan yang sehat dapat meningkatkan kualitas hidup secara signifikan. Koneksi yang baik dengan teman-teman dapat memberikan dukungan emosional, mengangkat suasana hati, dan meningkatkan rasa aman. Namun, tidak semua pertemanan memberikan pengaruh yang positif. Beberapa hubungan justru membuat kita merasa tidak seimbang, di mana kita merasa lebih banyak memberi daripada menerima.

Terkadang, kita bahkan harus mengorbankan kebutuhan pribadi demi menjaga agar hubungan tetap harmonis. Sebagaimana dalam hubungan romantis, penting juga untuk mengidentifikasi tanda-tanda bahaya dalam pertemanan. Menurut psikolog dari Cornell University, Mark Travers, tiga red flag yang harus diperhatikan dalam pertemanan adalah jika seorang teman hanya mencari kita saat membutuhkan bantuan, menumpahkan emosi tanpa bertanya balik, dan selalu berputar pada masalah pribadi tanpa memperhatikan perasaan kita. Ilustrasi korban kekerasan dalam hubungan asmara. Hal ini dapat merusak kesehatan emosional dan kestabilan hubungan dalam jangka panjang.

Jadi, penting untuk memperhatikan dinamika dalam hubungan pertemanan dan menghindari teman yang hanya muncul saat membutuhkan bantuan tanpa memberi kontribusi positif, teman yang selalu tumpah-tumpah emosi tanpa memperdulikan kita, dan teman yang terus-menerus memusatkan perhatian pada masalah pribadi sendiri tanpa mendengarkan perasaan kita. Persahabatan sejati didasarkan pada keseimbangan, saling menguatkan, dan saling mendukung. Oleh karena itu, penting untuk dapat mengenali “red flags” dalam hubungan pertemanan guna menjaga kesehatan emosional dan relasional kita.

Source link