Setiap kali ada perubahan musim atau cuaca ekstrem, kita akan merasakan perubahan suhu udara dan bagaimana tubuh kita meresponsnya. Debat kecil seputar suhu ruangan yang paling nyaman bagi manusia pun muncul. Beberapa orang merasa nyaman dengan udara dingin karena meningkatkan kewaspadaan pikiran, sementara yang lain lebih suka udara hangat karena menyenangkan seperti pelukan matahari. Namun, menurut sains, suhu ideal untuk tubuh dan pikiran manusia adalah sekitar 70–72 derajat Fahrenheit atau sekitar 21–22 derajat Celsius. Pada suhu tersebut, otak berfungsi paling baik, suasana hati stabil, dan kreativitas meningkat tanpa adanya gangguan dari udara terlalu dingin atau panas.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hinda dan Arthur Marcus Institute for Aging Research menemukan hubungan yang kuat antara suhu udara di dalam rumah dan kesehatan kognitif lansia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa menjaga suhu ruangan antara 20-24 derajat Celsius dapat membantu mencegah gangguan daya ingat dan perhatian pada lansia. Bahkan perbedaan suhu sebesar 7 derajat saja bisa meningkatkan risiko kognitif pada lansia. Pentingnya pemahaman terhadap faktor lingkungan, seperti suhu ruangan, terhadap kesehatan otak lansia diakui oleh pengajar di Harvard Medical School dan peneliti utama penelitian ini, Amir Baniassadi.
Penelitian dilakukan selama 12 bulan dan dipublikasikan dalam Journal of Gerontology: Medical Sciences, menunjukkan bahwa lansia yang tinggal di lingkungan tanpa pendingin atau pemanas ruangan mengalami dampak yang lebih buruk. Adanya perubahan iklim dapat memperparah masalah ini, terutama bagi lansia berpenghasilan rendah atau yang tinggal di lingkungan yang sulit mengatur suhu. Selain itu, riset yang sama juga meneliti suhu ideal saat tidur bagi orang dewasa, dimana suhu kamar di kisaran 25-30 derajat Celcius dapat mengganggu tidur.
Faktor-faktor seperti pakaian yang dipilih, pengaturan termostat, posisi tirai, sirkulasi udara, dan desain interior ruangan bisa memengaruhi persepsi panas atau dingin. Warna ruangan juga berpengaruh, dimana warna dingin seperti biru dan hijau muda membuat ruangan terasa lebih sejuk, sedangkan warna hangat seperti merah, oranye, dan kuning membuat ruangan terasa lebih hangat. Kesimpulannya, mengetahui suhu yang pas dan faktor-faktor yang mempengaruhi suhu dapat membantu kita mempertahankan kesehatan dan kenyamanan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
