Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Oil Tanking Merak (OTM) memiliki peran strategis dalam proses impor dan distribusi BBM di Indonesia. Menurut mantan Direktur Rekayasa Infrastruktur Darat PT Pertamina Patra Niaga, Edward Adolf Kawi, fasilitas ini mampu menekan biaya impor BBM dan mempermudah distribusi ke berbagai daerah. Terminal OTM dapat menampung kapal berukuran besar, seperti kapal LR (long range) dan MR (medium range), yang menjadi pilihan terbaik secara ekonomis. Dengan fungsi sebagai terminal hub, BBM dari PT OTM disalurkan ke depo-depo atau terminal Pertamina yang memiliki kapasitas lebih kecil di berbagai daerah. Terminal ini menjadi solusi untuk menjaga efisiensi biaya logistik dan pasokan energi nasional, terutama karena tidak semua terminal Pertamina memiliki dermaga yang cukup untuk kapal besar. Muhamad Kerry Adrianto Riza, terdakwa dalam perkara korupsi tata kelola minyak mentah, diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 285 triliun dan memperkaya diri hingga Rp 3,07 triliun.
Rahasia Terminal Oil Tanking Merak dalam Kasus Impor Minyak Mentah
Read Also
Recommendation for You

Polisi sedang menyelidiki kasus pengeroyokan dua debt collector (mata elang) di Kalibata, Jakarta Selatan, yang…

Berbagai bencana di Sumatera, mulai dari banjir bandang hingga longsor, tidak lagi dianggap sebagai kejadian…

Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendapat apresiasi atas responsibilitas dan kecepatan dalam menyelidiki penyebab…

Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa ia belum mendapatkan informasi terkait…

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mengumumkan bahwa korban meninggal akibat…







