Berita  

Teddy Indra Wijaya: Memperkuat Empathetic Governance

Seskab Teddy Indra Wijaya Dinilai Mencerminkan Kepemimpinan Publik Empatik

Kiprah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dinilai oleh pengamat politik Amsori Baharudin Syah sebagai pergeseran penting dalam praktik kepemimpinan birokrasi di Indonesia. Menurut Amsori, Teddy bukan hanya menjalankan peran teknokratis, melainkan turun langsung ke akar rumput dengan mengunjungi sekolah rakyat dan mendengarkan cerita anak-anak serta orang tua tanpa sekat protokoler.

Amsori menyebut pendekatan Teddy sebagai model kepemimpinan publik yang jarang terlihat pada pejabat setingkat kabinet. Dia menekankan bahwa Teddy hadir sebagai wujud negara yang mengasuh, bukan mengatur, yang penting dalam menunjukkan kepedulian serta kehadiran negara dalam kehidupan warganya.

Kehadiran fisik pejabat tinggi negara seperti Teddy memiliki dampak psikologis kuat, di mana masyarakat merasa didengar, dilihat, dan dihargai. Dalam konteks ini, pendekatan “empathetic governance” yang ditekankan oleh Teddy sejalan dengan kebutuhan adaptif, inklusif, dan dekat dengan realitas sosial bagi birokrasi modern.

Melalui langkah-langkah sederhana seperti mengunjungi sekolah rakyat dan berinteraksi dengan masyarakat, Teddy membangun legitimasi dan kepercayaan dengan mendengarkan dan merespons kebutuhan masyarakat, bukan hanya dengan memerintah. Gestur responsif ini tidak hanya memperkuat citra kabinet sebagai institusi yang memahami realitas lapangan, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap pejabat negara.

Dalam konteks politik kontemporer Indonesia yang sarat dengan tingkat skeptisisme publik terhadap pejabat negara, pendekatan empatik dan rendah hati seperti yang diambil oleh Teddy menjadi penting untuk membangun kepercayaan dan hubungan yang positif antara pemerintah dan rakyat. Kesimpulannya, kehadiran Teddy di akar rumput bukanlah pencitraan semata, melainkan bentuk pendidikan politik bahwa pejabat negara harus bisa hadir sebagai sesama manusia.

Source link