Berita  

Penyelidikan Longsor Cilacap dihentikan, 2 korban masih hilang – Pertimbangannya

Operasi pencarian korban longsor di Cibeunying, Cilacap, masih terus dikebut di tengah kondisi medan yang berat dan tanah yang belum stabil. Ratusan personel dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga warga setempat dikerahkan untuk membuka akses dan menyisir titik-titik yang diduga masih menyimpan korban tertimbun.

Pencarian dilakukan manual di titik rawan

Tim SAR tidak hanya mengandalkan alat berat, tetapi juga mengutamakan pencarian manual di lokasi yang dinilai paling berpeluang. Langkah ini diambil agar proses evakuasi tetap hati-hati dan tidak mengganggu kemungkinan ditemukannya korban. Operasi juga disebut tidak akan dihentikan sebelum seluruh korban berhasil dievakuasi sesuai prosedur standar Basarnas.

Medan licin dan timbunan setebal 8 meter jadi hambatan

Di lapangan, petugas menghadapi sejumlah kendala serius. Tanah yang labil, hujan yang membuat material longsor semakin licin, serta timbunan tanah dengan kedalaman sekitar 6 hingga 8 meter membuat pencarian berlangsung lambat. Kondisi medan yang sempit dan tertutup reruntuhan rumah turut menyulitkan petugas untuk bergerak leluasa.

Meski begitu, tim SAR tetap melanjutkan operasi dengan pola gabungan, yakni pencarian manual dan bantuan peralatan pendukung. Pendekatan ini dianggap paling aman untuk menembus area yang sulit dijangkau tanpa memperbesar risiko bagi petugas maupun korban yang masih tertimbun.

K9 dan drone bantu petakan area pencarian

Untuk mempersempit area penyisiran, anjing pelacak K9 dan drone dikerahkan ke lokasi. Keduanya digunakan untuk memetakan titik prioritas sekaligus memantau kemungkinan pergerakan tanah dari udara. Setiap temuan kemudian ditindaklanjuti dengan penggalian manual agar proses evakuasi lebih presisi.

Di tengah upaya itu, dukungan pemerintah daerah juga ikut mengalir agar penanganan bencana berlangsung cepat dan efektif. Hingga kini, fokus utama tim SAR tetap sama: menemukan seluruh korban yang belum ditemukan, tanpa mengendurkan kewaspadaan terhadap kondisi tanah yang sewaktu-waktu masih bisa berubah.

Source link