Bandung — Di tengah sorotan atas tingginya kasus keretakan rumah tangga di Jawa Barat, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i kembali mengingatkan bahwa kekuatan bangsa tidak bisa dilepaskan dari kokohnya keluarga. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Sakinah Family Run 5K di Bandung, sebuah agenda yang diramaikan ribuan peserta dan digelar sebagai bagian dari dorongan Kementerian Agama untuk mengangkat isu ketahanan keluarga ke ruang publik.
Jawa Barat Jadi Pusat Perhatian
Jawa Barat disebut menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian serius setelah data tahun 2024 mencatat hampir 90.000 kasus keretakan rumah tangga di provinsi tersebut. Angka ini, menurut Romo Syafi’i, bukan sekadar statistik, melainkan sinyal bahwa persoalan keluarga sudah menyentuh lapisan sosial yang lebih luas dan membutuhkan respons bersama.
Ia menegaskan, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, tetapi justru dari sanalah masa depan bangsa dibentuk. Karena itu, upaya memperkuat ketahanan keluarga tidak bisa dipandang sebagai urusan domestik semata, melainkan bagian penting dari pembangunan nasional.
Ketahanan Bangsa Dimulai Dari Rumah
Romo Syafi’i menyampaikan bahwa ketahanan bangsa akan sulit berdiri kokoh jika fondasi keluarga rapuh. Sebaliknya, ketika keluarga harmonis, saling menjaga, dan mampu menghadapi tekanan bersama, maka kehidupan sosial di tingkat yang lebih besar juga akan lebih kuat.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan momen seperti Sakinah Family Run 5K untuk merawat kebersamaan dalam keluarga. Menurutnya, kesadaran semacam ini penting agar isu keluarga tidak hanya muncul saat terjadi konflik, tetapi terus dijaga sejak dini melalui penguatan nilai kebersamaan.
Data Perceraian Jadi Alarm Serius
Urgensi itu turut diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan tren perceraian masih tinggi. Pada 2021, tercatat 447.743 kasus perceraian. Data tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan keretakan rumah tangga bukan fenomena sesaat, melainkan tantangan yang terus berulang dan membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Dengan situasi seperti ini, seruan untuk memperkuat ketahanan keluarga di Jawa Barat menjadi semakin relevan. Bagi pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, persoalan keluarga bukan lagi isu pinggiran, melainkan salah satu pekerjaan besar yang ikut menentukan arah ketahanan sosial Indonesia.
Source link












