Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara di Indonesia yang tidak memiliki perangkat negara. Sjafrie menyebut hal ini sebagai sebuah anomali yang perlu ditindaklanjuti di dalam negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut Sjafrie, hal ini merupakan kerawanan terhadap kedaulatan ekonomi serta stabilitas nasional, sehingga TNI melakukan simulasi latihan intercept terhadap pesawat yang dicurigai melakukan kegiatan ilegal sebagai upaya memperkuat kehadiran negara.
Selain melakukan latihan di udara, prajurit TNI juga melaksanakan latihan di bandara yang tidak dilengkapi dengan perangkat negara. Ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi untuk melakukan penertiban dan pengamanan terhadap ketentuan yang telah ditetapkan oleh negara. Menurut Sjafrie, adanya anomali ketika negara mengeluarkan peraturan namun kesulitan dalam mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaannya.
Situasi seperti ini memberikan kesempatan bagi pihak lain untuk memanfaatkannya demi kepentingan kelompok tertentu. Oleh karena itu, negara hadir untuk menegakkan hukum, menegakkan regulasi, dan memperbaiki hal-hal yang dinilai menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengatasi anomali bandara tanpa perangkat negara demi keamanan dan stabilitas nasional yang lebih baik.












