Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kubu Sujahri Somar menyoroti krisis lingkungan dan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di Sumatra. Mereka menyatakan bahwa bencana ekologis bukan sekadar peristiwa alam, tetapi lebih disebabkan oleh ketimpangan relasi antara manusia dan kebijakannya.
GMNI menegaskan bahwa bencana tidaklah takdir, melainkan hasil dari pilihan kebijakan yang diambil. Mereka menolak pandangan bahwa bencana adalah takdir yang tidak dapat diubah.
Tidak hanya bergerak dalam menggalang donasi bagi korban bencana, GMNI juga menekankan bahwa solidaritas bukanlah sekadar aksi simbolik, melainkan merupakan awal dari perjuangan ideologis. Mereka menyatakan komitmen untuk selalu berada di sisi masyarakat terdampak oleh krisis lingkungan, bukan hanya saat bencana menjadi sorotan, namun juga dalam advokasi jangka panjang terhadap kebijakan pembangunan yang adil dan berkelanjutan.












