Jakarta Utara kembali diguncang aksi kriminal yang menyasar rumah warga di kawasan Pademangan Timur. Tiga orang diduga membobol rumah tiga lantai di Jalan Pademangan 4 Gang 31, RT 10/01, Kecamatan Pademangan, pada Rabu siang dan membawa kabur sejumlah barang berharga. Peristiwa ini menambah kekhawatiran warga setempat, terutama karena aksi dilakukan di siang hari dan disertai ancaman senjata tajam.
Pelaku Diduga Tiga Orang, Masuk dengan Merusak Gembok
Ketua RT setempat, Etty, mengatakan informasi awal baru diterima setelah warga melapor kepadanya di depan rumah korban. Setelah itu, ia langsung meneruskan laporan tersebut kepada pihak kepolisian. Menurut keterangan yang diterima, para pelaku diduga berjumlah tiga orang dan mengenakan jas hujan saat beraksi.
Untuk masuk ke dalam rumah, para pelaku disebut terlebih dahulu merusak gembok dan CCTV. Setelah berhasil masuk, mereka mengancam seorang perempuan yang saat itu berada di rumah bersama anak kecil. Ancaman dilakukan dengan pisau, membuat korban tak berdaya saat para pelaku mengacak-acak isi rumah.
Barang Berharga Dibawa Kabur
Dari rumah tersebut, pelaku mengambil sejumlah barang berharga, termasuk ponsel dan laptop. Usai melancarkan aksinya, ketiganya langsung melarikan diri tanpa sempat dikejar warga. Hingga kini, belum diketahui arah pelarian para pelaku maupun nilai pasti kerugian yang dialami korban.
Polisi Dalami Kasus, Laporan Resmi Belum Masuk
Pihak kepolisian telah membenarkan adanya peristiwa itu, namun menyebut belum ada laporan resmi dari pemilik rumah. Meski begitu, petugas tetap akan menindaklanjuti kasus tersebut dengan memeriksa lokasi kejadian dan meminta keterangan dari para saksi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian sekaligus mengidentifikasi para pelaku yang diduga terlibat dalam perampokan tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa rumah bertingkat sekalipun tetap rentan jika sistem pengamanan tidak maksimal. Di kawasan padat seperti Pademangan, kewaspadaan warga, akses pengawasan lingkungan, dan respons cepat saat melihat gerak-gerik mencurigakan menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Source link












