Keselamatan wisata kini tak lagi bisa dipandang sebagai urusan operator semata. Di tengah persaingan destinasi yang makin ketat, rasa aman justru menjadi salah satu penentu apakah pariwisata sebuah daerah dianggap layak dan berdaya saing.
Keselamatan Jadi Urusan Bersama
Tanggung jawab menjaga keselamatan dalam industri pariwisata tidak hanya berada di tangan lembaga resmi atau pengelola layanan wisata. Para pengunjung pun ikut memegang peran penting dalam membentuk budaya aman di destinasi. Tanpa kesadaran kolektif, standar keselamatan akan sulit berjalan konsisten di lapangan.
Mahasiswa pariwisata disebut sebagai salah satu kelompok yang strategis dalam mendorong perubahan itu. Mereka dinilai bukan sekadar calon tenaga kerja, tetapi juga calon pembuat kebijakan yang akan menentukan arah industri ini di masa depan. Karena itu, pembiasaan budaya keselamatan sejak bangku kuliah dianggap penting agar nilai tersebut ikut terbawa ke lingkungan kerja dan masyarakat.
Budaya Aman Harus Ditumbuhkan Sejak Dini
Jumaril dari Basarnas menekankan bahwa keselamatan perlu ditanamkan sejak awal, bukan baru dibicarakan setelah terjadi insiden. Menurutnya, budaya aman akan lebih kuat bila dibangun dari kebiasaan sehari-hari dan kemudian memengaruhi orang-orang di sekitar.
Pesan ini menjadi penting karena sektor wisata sangat bergantung pada kepercayaan publik. Wisatawan cenderung memilih destinasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan jaminan keamanan yang jelas. Dalam konteks itu, kesadaran wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat lokal sama pentingnya dengan kesiapan petugas di lapangan.
Kepemimpinan Kementerian Pariwisata Dinilai Krusial
Di sisi lain, Tantowi Yahya dari UID Foundation menyoroti perlunya kepemimpinan yang kuat dari Kementerian Pariwisata agar seluruh ekosistem bisa bergerak secara serempak. Ia menilai kementerian harus berperan sebagai penggerak yang mampu menyatukan berbagai unsur pariwisata, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Harapannya, kebijakan dari pemerintah pusat dapat memperkuat kerja sama antara lembaga, pelaku industri, dan masyarakat. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan budaya keselamatan yang tumbuh di tingkat akar rumput, pariwisata Indonesia dinilai bisa berkembang dalam iklim yang lebih sehat, tertib, dan berkelanjutan.
Source link












