10 Larangan Imlek yang Masih Dipercaya Bisa Membawa Sial
Imlek selalu datang dengan suasana hangat: keluarga berkumpul, angpao dibagikan, doa dipanjatkan, dan harapan baru disusun untuk setahun ke depan. Namun di balik kemeriahan itu, ada sejumlah pantangan yang masih dijaga sebagian masyarakat Tionghoa hingga kini. Bagi mereka, aturan-aturan ini bukan sekadar kebiasaan lama, melainkan bagian dari upaya menjaga keberuntungan, rezeki, dan keharmonisan di awal tahun.
Meski tidak semua orang menjalankannya secara ketat, larangan-larangan saat Tahun Baru China tetap menjadi tradisi yang kuat di banyak keluarga. Seperti dilansir dari The Macao News, berikut sejumlah hal yang biasanya dihindari saat Imlek agar perayaan tetap dianggap membawa hoki.
Pantangan yang Diyakini Menjaga Rezeki
Larangan paling dikenal adalah menyapu atau membuang sampah pada hari pertama Imlek. Tindakan ini dipercaya bisa ikut “membuang” keberuntungan dari rumah. Karena itu, banyak keluarga memilih membersihkan rumah sebelum pergantian tahun, bukan sesudahnya.
Memotong rambut juga masuk daftar yang dihindari. Dalam kepercayaan tradisional, rambut sering dikaitkan dengan rezeki dan keberuntungan, sehingga memotongnya di awal tahun dianggap sebagai pertanda kurang baik. Hal serupa berlaku untuk aktivitas yang berhubungan dengan darah, termasuk menyembelih hewan, yang dipercaya dapat membawa energi negatif pada hari-hari awal perayaan.
Hadiah, Ucapan, dan Kebiasaan yang Perlu Diperhatikan
Tidak semua benda cocok dijadikan hadiah saat Imlek. Jam, payung, sepatu, lilin, dan cermin kerap dihindari karena masing-masing diasosiasikan dengan perpisahan, duka, atau kesialan. Karena itu, memilih hadiah saat Imlek biasanya dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menyinggung makna simbolis di baliknya.
Ucapan juga dianggap penting. Kata-kata negatif sebaiknya dihindari, sebab perayaan Tahun Baru China dipenuhi harapan baik, mulai dari kesehatan, kelancaran usaha, hingga keberuntungan. Bahkan, tidur terlalu awal pada malam Tahun Baru juga dianggap kurang baik. Tradisinya, keluarga tetap terjaga hingga tengah malam untuk menyambut pergantian tahun bersama-sama.
Larangan Lain yang Masih Dijaga Sebagian Keluarga
Dalam tradisi Imlek, urusan keuangan pun ikut mendapat perhatian. Meminjam uang saat perayaan dipercaya dapat membawa kesulitan finansial sepanjang tahun. Sebaliknya, momen ini justru sering dipandang sebagai waktu yang tepat untuk menyelesaikan utang agar tahun baru dimulai dengan keadaan yang lebih bersih.
Memecahkan barang pecah belah juga dihindari karena dianggap melambangkan pecahnya rezeki atau keberuntungan. Selain itu, ada pula larangan tidak makan bubur pada hari pertama Imlek, karena bubur dinilai sebagai makanan yang kurang membawa makna baik dalam konteks perayaan. Satu lagi yang kerap disebut adalah tidak keluar rumah pada hari keempat, karena tradisinya waktu itu digunakan untuk berdoa dan berkumpul di rumah.
Bagi sebagian orang, pantangan-pantangan ini mungkin terdengar sangat tradisional. Namun bagi keluarga yang masih memegangnya, setiap larangan punya tujuan yang sama: menjaga suasana tahun baru tetap bersih dari pertanda buruk, sekaligus membuka jalan bagi keberuntungan sejak hari pertama.
Source link
