10 Larangan Imlek Yang Membawa Sial: Hindari Untuk Kebahagiaan Anda

Perayaan Tahun Baru China atau Imlek selalu identik dengan momen bersama keluarga, berbagi angpao, serta doa dan harapan baik untuk tahun yang baru. Selain berbagai tradisi yang umum, ada juga sejumlah aturan atau pantangan yang masih dipegang teguh oleh sebagian masyarakat hingga sekarang. Larangan-larangan ini biasanya terkait dengan simbol keberuntungan dan rezeki. Meski tidak semua orang mematuhi semua pantangan, namun banyak keluarga yang tetap memegangnya sebagai bagian dari tradisi warisan nenek moyang.

Berikut adalah 10 hal yang sebaiknya dihindari saat perayaan Imlek seperti dilansir dari The Macao News. Pertama, hindari untuk menyapu atau membuang sampah pada hari pertama Imlek karena dipercaya bisa mengusir keberuntungan dari rumah. Kedua, memotong rambut juga sebaiknya dihindari karena dapat dipercaya dapat memotong rezeki dan keberuntungan. Selanjutnya, hindari kegiatan yang berhubungan dengan darah termasuk menyembelih hewan selama hari-hari awal Imlek karena dianggap membawa energi negatif.

Tidak semua barang cocok dijadikan hadiah, oleh karena itu barang seperti jam, payung, sepatu, lilin, dan cermin sering dihindari sebagai hadiah karena diasosiasikan dengan perpisahan, kesialan, atau duka. Mengucapkan kata-kata negatif juga sebaiknya dihindari, sebaliknya, berikan ucapan keberuntungan dan kesehatan saat Imlek. Tidur terlalu awal di malam Tahun Baru juga sebaiknya dihindari, karena tradisinya adalah tetap terjaga hingga tengah malam bersama keluarga.

Selain itu, imlek juga menjadi momentum untuk membersihkan utang dan meminjam uang. Meminjam uang saat perayaan dipercaya dapat membawa kesulitan keuangan sepanjang tahun. Selain itu, hindari memecahkan barang pecah belah karena dapat melambangkan pecahnya rezeki atau keberuntungan. Jangan makan bubur di hari pertama Imlek karena dianggap pertanda kurang baik dan jangan keluar rumah pada hari keempat, karena tradisinya adalah untuk berdoa dan berkumpul di rumah. Meski bersifat sangat tradisional, pantangan ini dianggap sebagai cara menjaga harapan akan keberuntungan dan kelancaran di tahun yang baru.

Source link