Berita  

Bantahan Jujur Mitra SPPG MBG: Tidak Untung Rp 1,8 Miliar/Tahun

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional, Sony Sonjaya, memberikan tanggapan terhadap video yang memperlihatkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM yang menyebut mitra SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) mendapatkan keuntungan bersih hingga Rp 1,8 miliar per tahun dan dugaan mark-up bahan baku. Sony menegaskan bahwa narasi tersebut bersifat disinformasi yang tidak sesuai dengan fakta teknis dan skema pembiayaan yang berlaku. Klaim tentang keuntungan mitra sebesar Rp 1,8 miliar per tahun disebutnya sebagai asumsi keliru yang tidak berdasar pada kenyataan investasi dan operasional.

Menurut Sony, angka yang beredar bukanlah keuntungan bersih melainkan perkiraan pendapatan maksimal. Perhitungan didasarkan pada insentif harian dikalikan dengan jumlah hari operasional dalam setahun. Investasi awal yang diperlukan berkisar antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 6 miliar, tergantung pada lokasi dan harga lahan. Biaya ini harus ditanggung sepenuhnya oleh mitra, dan mencakup berbagai aspek seperti pengadaan lahan, pembangunan dapur industri, dan peralatan lainnya.

Dalam skema ini, mitra juga menanggung risiko bisnis yang cukup besar, dengan kontrak kerja sama satu tahun yang dapat diperpanjang atau dihentikan berdasarkan audit kinerja dan kepatuhan standar. Seluruh biaya perawatan gedung dan peralatan juga menjadi tanggung jawab mitra. Dengan investasi dan pendapatan yang ada, titik impas secara realistis baru dapat dicapai dalam 2 hingga 2,5 tahun.

Sony menegaskan pentingnya pengertian yang jelas terkait skema investasi dan pendapatan mitra SPPG, serta menekankan bahwa semua informasi yang beredar sebaiknya sesuai dengan fakta dan data yang valid untuk menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan.

Source link