Berita  

BNN Bongkar Laboratorium Narkoba WNA Rusia di Bali: Fakta Pelaku Mantan Intelijen Militer

BNN mengungkap jaringan narkoba asing yang beroperasi diam-diam di Bali. Di balik sebuah vila di kawasan The Lavana De’Bale Marcapada, Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, aparat menemukan laboratorium mephedrone yang diduga dikelola warga negara Rusia. Penggerebekan ini membuka fakta bahwa produksi narkotika sintetis tidak hanya menyasar pasar lokal, tetapi juga dikerjakan dengan pola terorganisir dan tertutup.

Operasi gabungan bongkar laboratorium tersembunyi

Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja sama BNN RI dengan Imigrasi, Bea Cukai, dan Polda Bali. Sinergi antarlembaga itu berujung pada terbongkarnya aktivitas produksi mephedrone yang selama ini berjalan tanpa terdeteksi di tengah kawasan wisata Bali.

Menurut BNN, dua warga negara Rusia ditangkap dalam operasi itu karena diduga terlibat langsung dalam produksi sekaligus distribusi mephedrone, narkotika jenis party drug yang dikenal berbahaya. Barang bukti mephedrone siap edar serta beragam bahan kimia untuk proses pembuatan juga ikut diamankan petugas.

Produksi dilakukan malam hari dan diawasi berbulan-bulan

Plt Deputi Pemberantasan BNN RI, Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan, menyebut mephedrone memang pernah diungkap di Indonesia sebelumnya. Namun, menurut dia, skala laboratorium yang dibongkar kali ini menjadi yang pertama bagi BNN. Fakta itu menunjukkan pola kerja jaringan ini bukan sekadar peracikan kecil, melainkan produksi yang disiapkan serius.

Dua tersangka asal Rusia itu disebut telah berada di Indonesia sejak Januari 2026. Mereka diduga memproduksi mephedrone pada malam hari di lokasi tersebut, sementara petugas melakukan pengawasan selama beberapa bulan sebelum akhirnya bergerak saat proses produksi selesai. Langkah itu dilakukan agar peredaran barang haram tersebut bisa diputus sejak awal, sebelum sempat masuk ke pasar.

Jejak jaringan asing di Bali jadi perhatian

Kasus ini menambah daftar panjang penggunaan Bali sebagai titik operasi oleh jaringan kejahatan lintas negara. Dengan lokasi yang tampak biasa dari luar, laboratorium itu justru menjadi tempat produksi narkotika sintetis yang berpotensi menyebar luas bila tidak segera dibongkar. Source link