Budi mengungkapkan bahwa para pengusaha rokok yang dipanggil kebanyakan berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur karena diduga terjadi penyimpangan dalam pengurusan pita cukai rokok. Namun, pita cukai tidak hanya terkait dengan perusahaan rokok, tetapi juga minuman keras yang menggunakan cukai dalam distribusinya. Hal ini penting karena cukai diperlukan untuk mengatur peredaran barang dan meningkatkan penerimaan negara.
Penyelidikan KPK mengenai cukai merupakan pengembangan dari dugaan suap terkait impor di DJBC. Salah satu tersangka baru yang ditetapkan adalah Kepala Seksi Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, yaitu Budiman Bayu Prasojo. Sebelumnya, KPK telah menetapkan tujuh tersangka lain dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi di DJBC Kementerian Keuangan, antara lain Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC, Sisprian Subiaksono selaku Kepala Subdirektorat Intelijen, Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen, dan lain sebagainya.Ini menunjukkan bahwa kasus korupsi Bea Cukai masih terus dikembangkan oleh KPK untuk mengungkap jaringan korupsi yang melibatkan cukai di lingkungan tersebut.












