Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara produksi minyak Indonesia hanya mencapai 600.000 barel per hari. Hal ini menyebabkan Indonesia harus mengimpor 1 juta barel minyak setiap harinya. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, kerjasama energi menjadi sangat penting. Bahlil menekankan perlunya mencari cadangan minyak dari berbagai sumber untuk mengurangi ketergantungan pada satu negara saja.
Rusia juga diakui oleh Bahlil sebagai salah satu mitra potensial dalam membangun infrastruktur yang dapat meningkatkan cadangan dan ketahanan energi Indonesia. Bahlil menyebut bahwa Rusia bersedia untuk mendukung kebutuhan LPG Indonesia, yang mencapai sekitar 7 juta ton tiap tahun dan saat ini harus diimpor. Diversifikasi pasokan energi merupakan langkah strategis yang dilakukan untuk mencapai ketahanan energi yang lebih baik. Bahlil optimis bahwa dengan adanya dukungan dari Rusia, kebutuhan energi Indonesia akan dapat terpenuhi dengan lebih baik di masa depan.












