Puslabfor Dalami Kaitan Berhentinya Taksi Green SM dengan Perlintasan Rel Kereta
Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) akan mendalami dugaan kaitan antara berhentinya mesin taksi Green SM dengan kondisi perlintasan rel kereta api yang memiliki muatan listrik. Hal ini terkait dengan kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa aspek teknis pada perlintasan sebidang menjadi salah satu fokus penyelidikan.
Pusat Penyelidikan Karena Potensi Bahaya
Menurut Budi, ruang perlintasan sebidang rel kereta api yang bermuatan listrik dapat sangat berbahaya apabila digunakan oleh kendaraan. Hal ini karena adanya medan magnet dan medan listrik di sekitar perlintasan tersebut. Oleh karena itu, Puslabfor akan melakukan kajian mendalam terkait hal ini.
Pendalaman ini dilakukan karena taksi listrik Green SM tiba-tiba berpindah ke posisi gear parkir (P) saat berada di atas rel kereta. Budi menjelaskan bahwa tujuan dari penyelidikan Puslabfor adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari medan listrik dan medan magnet yang menyebabkan mesin taksi berhenti secara tiba-tiba. Saat ini, status sopir taksi tersebut masih sebagai saksi dalam kasus kecelakaan tersebut.
Hasil Tes Urine Sopir Taksi
Budi juga mengungkapkan bahwa sopir taksi listrik berinisial RRP telah menjalani tes urine dan hasilnya negatif dari konsumsi alkohol. Hal ini menunjukkan bahwa alkohol bukanlah faktor penyebab dalam kecelakaan yang terjadi. Status RRP sebagai saksi masih dipertahankan oleh pihak yang berwenang dalam kasus ini.












