Siti Nurkhalifah di Balik Empati untuk Korban Kecelakaan KRL
Siti Nurkhalifah, seorang wanita yang datang dari Babelan, Bekasi, dengan sengaja turut serta dalam penghormatan bagi korban kecelakaan kereta api. Meskipun tidak mengenal korban secara langsung, kejadian tragis yang menyebabkan 16 nyawa melayang membuatnya terpukul.
“Meskipun tidak mengenal korban, saya merasa sedih. Setiap kali melihat video di media sosial atau berita, saya hampir menangis,” ujar Siti.
Emosi yang Mendalam
Sebagai seorang pekerja yang sering menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi, Siti merasakan kesedihan yang mendalam setelah mengetahui bahwa begitu banyak korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Tindakan meletakkan buket bunga merupakan bentuk empati dan penghormatan dari dirinya kepada para korban.
“Karena saya juga seorang pekerja, rasa sedih itu terasa dalam diri saya. Seharusnya setelah bekerja, orang pulang ke rumah, namun nyatanya harus bertemu dengan Sang Pencipta,” ungkap Siti.
Doa dan Harapan untuk Korban
Selain meletakkan buket bunga, Siti juga mengirimkan doa untuk seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap agar para korban mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah.
“Saya hanya mengirimkan Al-Fatihah, semoga para korban diterima di surga Allah, kuburan mereka dilapangkan, semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan rezeki yang berlipat-lipat,” tutur Siti.












