Berita  

Kisah Inspiratif: Dari Bocah Penjual Ikan ke Sekolah Rakyat

Risky, Bocah Penjual Ikan Yang Semangat Bersekolah di Sekolah Rakyat

Masitah menceritakan bahwa sejak Risky mulai mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, banyak perubahan positif yang terjadi pada dirinya. Mulai dari peningkatan kemandirian, kepercayaan diri, hingga ketekunan dalam beribadah.

Perubahan Menjadi Lebih Mandiri

“Selama ini, perubahannya luar biasa, benar-benar jauh berbeda. Dia sudah tidak suka lagi pulang terlambat, sebelumnya suka menghabiskan waktu dengan teman-teman, tapi sekarang lebih sering pergi ke musala atau masjid,” ungkap Masitah dengan bangga.

Sedangkan kakek Risky, Salamuddin (63 tahun), menegaskan bahwa cucunya memiliki inisiatif yang tinggi. Ia berharap melalui usaha menjual ikan tersebut, Risky dapat mengumpulkan uang untuk pendidikan di sekolah.

Kesulitan Tanpa Kehadiran Ibu

Tidaklah mudah bagi Risky untuk menjalani kehidupan tanpa kehadiran ibunya. Sejak berpisah sejak Risky masih duduk di kelas 4 SD, sang ibu tidak pernah muncul. Komunikasi mereka pun hanya lewat telepon dengan frekuensi yang minim.

“Saya merindukan ibu, ingin bertemu seperti dulu. Dulu ibu memberi perintah untuk mencuci piring, sekarang sudah tidak. Dulu juga meminta menjaga adik, tapi sekarang tidak,” ujar Risky dengan lirih.

Pembelajaran dan Pengalaman di Sekolah Rakyat

Di Sekolah Rakyat, Risky merasa senang dengan fasilitas yang disediakan karena sangat mendukung cita-citanya untuk menjadi seorang tentara. Ia mengakui bahwa berkat bantuan guru-guru dan staf sekolah lainnya, ia mulai pandai membaca dan menulis, serta termotivasi untuk melaksanakan ibadah dengan sungguh-sungguh.

Dengan semangat tinggi, Risky berharap suatu hari nanti dapat kembali bertemu dengan ibunya. Sambil terus mengejar mimpi dan belajar di Sekolah Rakyat, ia selalu memikirkan ibunya dengan harapan agar sang ibu selalu diberikan kekuatan dan kesuksesan.

Source link