Kementerian Dalam Negeri Dorong Transformasi Satpol PP Menjadi Aparat yang Dicintai Masyarakat
Kementerian Dalam Negeri mendorong Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengubah citra mereka menjadi pelayan publik yang humanis, dengan fokus pada empati dan pelayanan yang kuat. Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, menekankan pentingnya interaksi positif antara Satpol PP dan masyarakat guna membentuk persepsi yang baik terhadap pemerintah. Oleh karena itu, pendekatan yang mengedepankan empati dan pelayanan harus diutamakan.
Peran Satpol PP dalam Melayani Masyarakat
Saat membuka Bimbingan Teknis bagi anggota Satpol PP di Kabupaten Bogor, Tomsi menekankan betapa pentingnya kualitas pelayanan yang diberikan. Ia menyoroti bahwa kualitas pelayanan akan memengaruhi pandangan masyarakat terhadap lembaga pemerintah secara keseluruhan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan pendekatan yang humanis sangat diperlukan.
Tomsi juga menyoroti keragaman latar belakang anggota Satpol PP, mulai dari tenaga honorer hingga ASN. Untuk itu, pelatihan diperlukan guna menyamakan standar kompetensi, memahami prosedur operasional dengan baik, serta membangun budaya pelayanan yang profesional dan empatik dalam setiap tugas yang diemban.
Inovasi dalam Pelayanan Masyarakat
Selain meningkatkan kompetensi, Tomsi mendorong Satpol PP untuk menciptakan inovasi dalam pelayanan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, peran Satpol PP tidak hanya sebatas menegakkan aturan, tetapi juga harus hadir melalui aksi sosial yang nyata, seperti membantu anak-anak menyeberang jalan, mendukung program bantuan kemanusiaan, dan pelayanan lain yang mempererat kedekatan dengan masyarakat.
“Mulailah berinovasi dan memiliki ide-ide baru untuk mengembangkan tugas-tugas yang diemban,” tegas Tomsi.
Sumber: Liputan6.com












