Berita  

Anak Krakatau Erupsi: Abu Tidak Mengarah ke Jakarta

BMKG: Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Tidak Mengarah ke Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) tidak akan mengarah ke Jakarta. Arah sebaran abu dipengaruhi oleh angin yang bergerak pada berbagai lapisan atmosfer.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto Menjelaskan Perkiraan Arah Sebaran Abu

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menyatakan bahwa pemantauan sebaran abu vulkanik merupakan bagian dari tugas BMKG. Informasi terkait erupsi disampaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Jadi, untuk terkait erupsi, tim PVMBG sudah memberikan informasi. Sementara BMKG bertanggung jawab untuk memantau sebaran abu vulkanik dan dampak yang ditimbulkannya,” kata Guswanto setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR.

Pergerakan Abu Vulkanik pada Berbagai Ketinggian

Guswanto menjelaskan bahwa BMKG sebelumnya telah mencatat dua klaster pergerakan abu vulkanik pada ketinggian yang berbeda. Pada ketinggian sekitar 50.000 kaki, abu bergerak ke arah barat, sementara pada ketinggian 12.000 hingga 15.000 kaki, abu bergerak ke arah timur.

Pergerakan ini sempat mengganggu sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik. Meski Gunung Anak Krakatau kembali erupsi, BMKG memperkirakan bahwa abu yang terbawa oleh erupsi tersebut tidak akan mencapai Jakarta.

Proses Pemantauan dan Prakiraan Arah Sebaran Abu

BMKG tidak dapat memastikan secara pasti arah sebaran abu untuk erupsi selanjutnya. Kondisi atmosfer yang kompleks dengan perubahan arah dan kecepatan angin membuat prakiraan menjadi tidak pasti.

Indonesia saat ini memasuki musim kemarau yang ditandai oleh angin timuran, yakni angin dari Benua Australia menuju Asia. Dengan kondisi tersebut, abu dari Gunung Anak Krakatau kemungkinan akan bergerak ke wilayah barat atau sedikit ke utara.

Untuk memantau kondisi angin pada berbagai lapisan atmosfer, BMKG menggunakan radiosonde. Alat tersebut membantu dalam mengukur arah dan kecepatan angin berdasarkan lapisan atmosfer yang berbeda.

Source link