KMP Virgo Transport 8 ditemukan terbalik di perairan Laut Jawa setelah mengalami kemiringan dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal penyeberangan itu membawa 243 orang dan 89 kendaraan ketika kecelakaan terjadi pada Minggu (13/9).
Data terbaru hingga Senin (14/9) mencatat 108 orang telah diselamatkan, enam orang meninggal dunia, sementara 129 lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus memusatkan operasi di sekitar lokasi penemuan kapal untuk mengevakuasi korban yang belum ditemukan.
Kapal membawa 213 penumpang dan 30 awak
KMP Virgo Transport 8 merupakan kapal penyeberangan yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin. Kapal ini digunakan untuk mengangkut penumpang, kendaraan, serta barang dalam perjalanan antarpulau yang menghubungkan Pulau Jawa dan Kalimantan.
Dalam pelayaran terakhirnya, kapal membawa 213 penumpang dan 30 awak kapal. Selain itu, terdapat 89 kendaraan di dalam kapal. KMP Virgo Transport 8 disebut dibangun di Jepang pada 1987 dan kemudian dijual kepada PT Virgo Karya Shipping sebelum dioperasikan dalam layanan pelayaran di Indonesia.
Informasi mengenai usia kapal menjadi bagian dari hal yang perlu diperiksa dalam penyelidikan. Namun, usia kapal tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan. Kondisi teknis, kelayakan berlayar, cuaca, muatan, prosedur keselamatan, dan faktor lain masih harus diteliti secara resmi.
Kronologi kapal hilang kontak
KMP Virgo Transport 8 bertolak dari Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 10.13 GMT. Dalam perjalanan menuju Banjarmasin, kapal menghadapi cuaca buruk. Sekitar tengah malam, nakhoda dilaporkan telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak agen.
Situasi kapal kemudian semakin darurat. Sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu (13/9), nakhoda melaporkan kapal dalam keadaan miring. Komunikasi itu menjadi laporan terakhir yang diterima sebelum kapal hilang kontak.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin menerima laporan resmi mengenai hilangnya kontak kapal sekitar pukul 04.10 WITA. Laporan tersebut disampaikan General Manager PT Virgo, Yoel Rihi.
Posisi terakhir kapal terdeteksi di Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin. Setelah menerima laporan, tim SAR mengerahkan KN SAR Laksmana 241 ke perkiraan lokasi terakhir kapal. Pencarian juga melibatkan KSOP Banjarmasin, TNI AL, kepolisian perairan, Distrik Navigasi Banjarmasin, Pelindo, serta agen kapal.
Operasi pencarian masih berlangsung
Dalam proses pencarian, KMP Virgo Transport 8 ditemukan masih berada di permukaan dalam kondisi terbalik, dengan sebagian badan kapal berada di dalam air. Sekitar 622 personel dan 12 kapal dikerahkan dalam operasi tersebut, dengan dukungan kapal milik TNI dan helikopter.
Satu kapal tanker Pertamina turut membantu evakuasi dan berhasil menyelamatkan 16 orang dari kecelakaan itu. Kapal-kapal lain di sekitar lokasi juga dilibatkan untuk mengevakuasi korban.
Cuaca buruk dan gelombang kuat disebut menjadi bagian dari rangkaian kejadian, tetapi penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan. Pemerintah masih melakukan penyelidikan, sementara fokus tim SAR adalah menemukan 129 orang yang masih hilang serta mengevakuasi dan mengidentifikasi seluruh korban.












