Patroli gabungan kepolisian mengamankan dua remaja yang diduga hendak terlibat tawuran di kawasan Jalan Swadaya PAM, Rawabadung, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu dini hari. Dalam kegiatan tersebut, petugas juga menemukan satu senjata tajam jenis celurit dan satu unit sepeda motor.
Penindakan dilakukan oleh personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur. Kedua remaja itu diamankan ketika petugas berpatroli di wilayah yang dinilai rawan pada jam-jam tertentu.
Petugas temukan celurit di lokasi
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan, patroli tersebut berlangsung saat anggota mendapati sekelompok pemuda yang diduga akan melakukan tawuran. Petugas kemudian mengambil langkah pencegahan untuk menghentikan potensi gangguan keamanan sebelum berkembang.
“Petugas kemudian melakukan tindakan pencegahan dan mengamankan dua orang. Di lokasi, petugas turut menemukan satu senjata tajam jenis celurit dan satu unit sepeda motor,” kata Henik di Jakarta, Sabtu.
Setelah diamankan, kedua remaja tersebut bersama barang-barang yang ditemukan di lokasi diserahkan kepada Polres Metro Jakarta Timur. Penyerahan itu dilakukan untuk kepentingan pendalaman lebih lanjut oleh aparat kepolisian kewilayahan.
Henik menjelaskan, patroli di lokasi dan waktu yang dianggap rawan terus dilakukan sebagai upaya preventif. Sasaran pencegahan tidak hanya tawuran, tetapi juga berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya yang berpotensi menimbulkan korban atau keresahan.
Patroli dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan
Menurut Henik, kehadiran personel di lapangan ditujukan untuk merespons tanda-tanda awal gangguan keamanan. Polisi berupaya mengambil tindakan ketika menemukan potensi tawuran sehingga situasi tidak berkembang dan mengganggu masyarakat di sekitar lokasi.
“Tujuan utama patroli adalah mencegah gangguan keamanan sebelum terjadi. Ketika personel menemukan adanya potensi tawuran, tindakan segera dilakukan agar situasi tidak berkembang dan masyarakat tetap merasa aman,” ujar dia.
Ia mengatakan langkah pencegahan tersebut dijalankan melalui sinergi antara satuan Brimob dan jajaran kepolisian kewilayahan. Patroli pada jam-jam rawan diharapkan dapat mempersempit peluang terjadinya tawuran, sekaligus menjaga rasa aman bagi warga yang masih beraktivitas maupun sedang beristirahat.
“Kehadiran personel pada jam-jam rawan diharapkan dapat mempersempit peluang terjadinya tawuran sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang beraktivitas maupun beristirahat,” kata Henik.
Polisi minta orang tua ikut mengawasi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengajak masyarakat, terutama para orang tua, untuk ikut mengawasi aktivitas anak-anak. Ia mengingatkan agar remaja tidak terlibat tawuran dan tidak membawa senjata tajam.
“Pencegahan membutuhkan kepedulian bersama. Kami mengimbau masyarakat segera melapor apabila mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan kamtibmas lainnya melalui Layanan Polisi 110,” ujar Budi.
Polisi menempatkan pelibatan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan, terutama dengan mendorong warga melaporkan potensi gangguan keamanan melalui saluran yang telah disediakan.












