Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menaruh perhatian besar saat meninjau calon lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru di Rejang Lebong, Bengkulu. Dalam kunjungan bersama jajaran Presidential Communication Office (PCO) RI itu, Stella mendatangi lima lahan yang disiapkan untuk proyek sekolah tersebut, yang rencananya mulai dibangun pada Juni 2027.
Lahan di Mojorejo Jadi Sorotan
Dari sejumlah titik yang ditinjau, lahan pertama di Desa Mojorejo langsung mencuri perhatian Stella. Suasana sejuk dan bentang alam yang dinilai indah membuatnya terkesan sejak awal kunjungan. Di lokasi itu, ia juga mendengarkan penjelasan Bupati Rejang Lebong mengenai jejak panjang pendidikan di daerah tersebut.
Stella berharap kehadiran Sekolah Garuda Baru dapat menjadi titik balik bagi Rejang Lebong untuk kembali dikenal sebagai pusat pendidikan. Menurutnya, potensi wilayah ini tidak hanya terletak pada lahannya, tetapi juga pada sejarah dan harapan masyarakat yang ingin melihat kualitas pendidikan tumbuh lebih kuat.
Janji Tak Ambil Lahan Warga
Di tengah proses peninjauan, Stella menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengambil lahan yang sudah digarap masyarakat sekitar. Ia memastikan pembangunan sekolah akan tetap memperhatikan hak dan aktivitas warga, sehingga kehadiran proyek ini tidak menimbulkan keresahan di lapangan.
Ia juga menekankan bahwa Sekolah Garuda Baru tidak dirancang sebagai lembaga pendidikan elit yang tertutup. Sebaliknya, sekolah ini akan dibangun sebagai fasilitas pendidikan berkualitas yang tetap inklusif dan memberi manfaat lebih luas bagi warga sekitar.
Fasilitas untuk Warga Sekitar
Tak hanya untuk kegiatan belajar, sekolah ini juga akan dilengkapi fasilitas yang bisa digunakan masyarakat, seperti puskesmas dan perpustakaan. Bahkan, pemerintah berencana membuka fasilitas olahraga agar lingkungan sekolah ikut memberi ruang bagi aktivitas warga setempat.
Dengan konsep seperti itu, Sekolah Garuda Baru diproyeksikan bukan sekadar bangunan pendidikan, melainkan pusat layanan dan aktivitas yang hadir bersama masyarakat Rejang Lebong, bukan berdiri terpisah dari mereka.
Source link












