Jakarta Timur — Polda Metro Jaya menggeledah kantor Lokataru Foundation di Jakarta Timur sebagai bagian dari pengembangan kasus dugaan penghasutan lewat media sosial yang disebut memicu keterlibatan pelajar dan anak-anak dalam tindakan anarkis di sejumlah titik di Jakarta. Langkah ini dilakukan penyidik dalam rangka menelusuri rangkaian peristiwa yang menyeret enam tersangka ke proses hukum.
Penggeledahan Masih Bagian dari Penyidikan
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis Aryana, menjelaskan penggeledahan tersebut bukan tindakan terpisah, melainkan bagian dari penyidikan yang tengah berjalan. Menurut dia, penyidik masih mengumpulkan barang bukti untuk memperkuat sangkaan terhadap para tersangka yang diduga terlibat dalam penghasutan melalui informasi elektronik.
Ia juga menyebut kemungkinan penggeledahan tidak berhenti di satu lokasi saja. Rumah-rumah milik pelaku lain pun masih bisa menjadi sasaran pemeriksaan jika dibutuhkan dalam proses pembuktian. Dengan begitu, penyidik berupaya merangkai peran masing-masing pihak yang diduga ikut mendorong kerusuhan saat demonstrasi berlangsung di beberapa wilayah Jakarta.
Enam Tersangka Diduga Sebar Ajakan Anarkis
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menangkap enam tersangka yang disangka menyebarkan ajakan hasutan melalui media sosial. Konten itu diduga memicu kerusuhan selama aksi demonstrasi dan mendorong pelajar serta anak-anak ikut terlibat dalam perbuatan yang membahayakan diri mereka sendiri.
Para tersangka disebut memiliki peran dalam menyebarkan informasi elektronik yang berujung pada kekacauan di sejumlah lokasi unjuk rasa. Polisi menegaskan seluruh proses masih terus didalami untuk memastikan sejauh mana keterlibatan masing-masing orang yang diamankan di lokasi berbeda itu.
Penyidik Dalami Jejak Digital dan Peran Pelaku
Hingga kini, penyidik masih menelusuri bukti-bukti tambahan guna mengungkap alur dugaan penghasutan tersebut secara lebih utuh. Polda Metro Jaya menilai perbuatan para tersangka merupakan pelanggaran hukum serius, terlebih karena menyeret kelompok usia muda ke dalam situasi yang berisiko.
Polisi juga meminta semua pihak menghentikan kekerasan dan memilih jalur dialog untuk menyelesaikan persoalan yang berkembang di lapangan. Dalam penanganan perkara ini, proses penyelidikan dan penyidikan disebut akan terus berjalan sampai seluruh rangkaian peristiwa dapat dipetakan dengan jelas.
Source link












