Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mempertanyakan dasar wacana reformasi Polri yang muncul setelah kerusuhan demonstrasi Agustus 2025. Ketua DPP KNPI, Muhammad Natsir, menilai bahwa evaluasi pasca-kerusuhan seharusnya tidak hanya ditujukan kepada kepolisian, tetapi juga kepada seluruh institusi negara. Menurutnya, Kapolri telah mendukung program dan kebijakan pemerintah serta berperan dalam pembangunan sektor pertanian dan ekonomi. Natsir juga menyoroti bahwa Polri telah menindak tegas anggota yang melanggar hukum.
Dia menegaskan bahwa stabilitas publik tetap terjaga, sebagaimana dinilai oleh apresiasi dari negara lain terhadap kinerja Polri dalam melakukan konsolidasi internal. Menurut Natsir, dalam era demokrasi modern, mengelola ratusan ribu personel dan mengawal ratusan juta rakyat bukanlah hal yang mudah, namun hal ini membutuhkan kerja keras dan terukur. Pada hari Kamis sebelumnya, massa yang menguasai jalan Pejompongan Raya di Jakarta Pusat berhasil dipukul mundur oleh polisi setelah terlibat dalam bentrokan.












