Keluarga kepala cabang (kacab) sebuah bank di Jakarta tengah mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap motif di balik penculikan dan pembunuhan yang menimpa korban MIP. Menurut pengacara keluarga, Boyamin Saiman, keluarga membutuhkan kejelasan terkait motif untuk dapat menentukan langkah selanjutnya dan memastikan advokasi yang dibutuhkan. Pengungkapan motif oleh Polda Metro Jaya diharapkan dapat membantu keluarga dalam memikirkan langkah-langkah selanjutnya. Pihak keluarga juga berencana untuk meminta keterangan dari penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Pomdam Jaya dalam waktu dekat terkait kasus ini.
Sebelumnya, kepolisian telah berhasil meringkus sebanyak 15 orang terkait kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap kepala cabang bank tersebut. Keempat aktor utama di balik kejadian tragis ini, yang jasadnya ditemukan di Bekasi, Jawa Barat, telah ditangkap oleh kepolisian. Pelaku berinisial DH, YJ, dan AA berhasil ditangkap di Solo, Jawa Tengah, sementara pelaku berinisial C diamankan di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Polisi Militer Kodam Jaya juga telah menetapkan tersangka baru, yaitu Kopda FH, dalam kasus ini. Tersangka FH diduga sebagai perantara penjemputan paksa dalam kasus pembunuhan tersebut.
Kepala kantor cabang pembantu (KCP) bank berinisial MIP diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan di Ciracas, Jakarta Timur. Jenazah korban ditemukan di Kampung Karangsambung, Bekasi, dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta mata terlilit lakban. Proses autopsi telah dilakukan untuk memperkuat hasil penyelidikan. Semua pihak berharap kepolisian dapat segera mengungkap motif sebenarnya di balik kasus ini, sehingga keadilan dapat ditegakkan.












