Rilis Resmi Film Autopsy: Dead Body Can Talk dan Ulasan Menarik

Film berjudul “Autopsy: Dead Body Can Talk” yang mengangkat kisah nyata tentang profesi dokter forensik Polri baru-baru ini diluncurkan dengan resmi di Gedung Bakti Dharma Waspada STIK Polri, Jakarta Selatan. Cerita dalam film ini mengikuti perjalanan seorang dokter forensik terkenal, Brigjen Polisi Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F., yang handal dalam mengungkap kasus-kasus yang tidak biasa. Tujuan dibuatnya film ini adalah tidak hanya untuk menghibur tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya autopsi dalam menyelesaikan kasus kriminal secara ilmiah.

Film ini diproduksi oleh PT RINS Prime Entertainment dan PT Karya Kreatif Utama, yang menggabungkan pendekatan “scientific crime investigation” dengan pengalaman supranatural yang dialami oleh sang dokter forensik. Dr. Sumy Hastry dalam film ini ditampilkan sebagai sosok yang ahli, tenang, dan berpengalaman dalam menangani berbagai kasus pembunuhan yang menjadi viral di Indonesia. Pengalaman empiris kedokteran forensik yang dimiliki oleh Dr. Sumy dipadukan dengan intuisi dan fenomena supranatural, menciptakan perjalanan panjang yang unik.

AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., yang terlibat dalam proses produksi film tersebut, menjelaskan bahwa pendekatan unik dari film ini merupakan horor forensik berdasarkan kisah nyata. Proses pembuatan film dilakukan secara profesional dengan pembahasan teknis yang mendalam tentang adegan-adegan forensik, termasuk detail-detail teknis seperti pemotongan tubuh dan simulasi cairan darah dalam berbagai kondisi.

Diperankan oleh sejumlah aktor ternama seperti Masayu Anastasia, Samuel Rizal, Ge Pamungkas, Rifnu Wakana, Ryuka Bunga, serta beberapa aktor pendukung lainnya, film “Autopsy: Dead Body Can Talk” menjanjikan sebuah tontonan yang menarik dan menggugah. Dengan sentuhan supranatural yang didasarkan pada kisah nyata, film ini berhasil menciptakan sebuah atmosfer yang unik dan mengundang perhatian. Semua elemen dalam produksi film ini disusun dengan teliti, mulai dari pemilihan pemain hingga detail teknis dalam adegan forensik, semuanya dirancang untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang mendalam.

Sebagai informasi tambahan, film ini telah diluncurkan pada tanggal 29 November di Gedung Bakti Dharma Waspada STIK Polri, dan sejak itu telah mendapat tanggapan positif dari penonton. Diharapkan bahwa kisah Dr. Sumy Hastry dalam film ini dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan baru kepada masyarakat tentang pentingnya pekerjaan dokter forensik dalam proses penegakan hukum.

Source link