Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mengumumkan bahwa korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di daerah tersebut mencapai 188 orang, sementara 72 orang masih belum ditemukan. Data ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, pada Selasa (9/12) sekitar pukul 20.00 WIB. Jumlah korban meninggal ini terbagi di beberapa kecamatan, seperti Malalak, Tanjung Raya, Palupuh, Matur, Palembayan, dan Lubuk Basung.
Rahmat juga menyebutkan bahwa 23 korban meninggal belum teridentifikasi oleh pihak kepolisian. Tim gabungan dari BPBD Agam, TNI, Polri, Basarnas, PMI, relawan, dan lainnya akan melanjutkan pencarian korban yang belum ditemukan pada Rabu (10/12/2025). Pencarian ini menggunakan alat berat karena diperkirakan korban tertimbun oleh material banjir bandang, seperti tanah dan pohon.
Saat ini, masih ada 13 orang yang dirawat, 4.117 orang mengungsi, dan 988 orang terdampak atau terisolir akibat bencana ini. Selain itu, terdapat juga kerusakan rumah, fasilitas pendidikan, irigasi, bendungan, ternak, dan lahan pertanian. Total kerugian akibat berbagai bencana ini mencapai Rp682,35 miliar.
Semua upaya terus dilakukan untuk menemukan korban yang belum ditemukan dan memulihkan kondisi di daerah terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.












