Berita  

Luka Hati Sudrajat: Kisah Penjual Es Jadul yang Penuh Perjuangan

Pagi di Bojonggede masih menyelimuti Sudrajat dengan udara dingin yang memaksanya bangun dari tidurnya. Meskipun usianya tidak lagi muda dan langkahnya tidak secepat dulu, Sudrajat tahu bahwa rezeki harus dijemput sebelum matahari sepenuhnya naik.
Baru-baru ini, Sudrajat menjadi perbincangan di berbagai media. Bukan karena dagangannya yang laris atau kehidupannya, tetapi karena dituduh menjual es kue jadul berbahan spons. Namun Sudrajat tetap berangkat ke tempat pembuatan es tersebut dengan harapan pulang dengan uang belanja walaupun tubuhnya letih.
Dikenakan jaket putih dan tas pinggang kulit hitam, Sudrajat bersiap menghadapi hari yang panas. Dari rumahnya di Bogor, ia meninggalkan istri dan kelima anaknya setiap hari dengan harapan bisa memberi nafkah sebagai penopang utama keluarganya.
Alasan utama mengapa Sudrajat harus berjalan kaki puluhan kilometer setiap hari adalah karena dagangannya lebih laku di Jakarta dibanding di Kabupaten Bogor. Dengan membawa 150 potong es kue jadul setiap harinya, menghasilkan Rp 1.500 keuntungan per potong, Sudrajat berjuang untuk mencapai omzet hingga Rp 200 ribu jika semua terjual.

Source link