Ancaman dari longsoran tanah di Aceh Tengah kian nyata. Material tanah yang terus bergerak kini disebut sudah semakin dekat dengan menara SUTET milik PLN, kondisi yang berpotensi mengganggu aliran listrik di wilayah tersebut jika tidak segera ditangani. Situasi ini membuat warga dan petugas harus waspada, karena kerusakan pada jalur transmisi bisa berdampak luas terhadap pasokan energi.
Longsoran Kian Mendekati Menara Transmisi
Dalam foto udara yang diambil pada 1 Februari 2026, para pekerja PLN terlihat mematikan operasi di menara transmisi tegangan tinggi di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Langkah itu menunjukkan bahwa kondisi di lapangan bukan lagi sekadar potensi ancaman, melainkan persoalan serius yang membutuhkan penanganan segera.
Lubang besar akibat longsor tersebut terus memperluas area yang terdampak. Jika pergerakan tanah berlanjut, risiko terhadap infrastruktur kelistrikan akan semakin besar. Karena itu, penanganan cepat dan tepat menjadi kebutuhan mendesak agar gangguan pasokan listrik tidak meluas ke masyarakat.
PLN Hadapi Risiko Gangguan Pasokan
Keberadaan menara SUTET di area rawan longsor membuat situasi ini semakin sensitif. Infrastruktur transmisi seperti ini memegang peran penting dalam menjaga stabilitas listrik, sehingga ancaman dari pergeseran tanah tidak bisa dianggap ringan. Foto yang memperlihatkan aktivitas penghentian operasi di lokasi menjadi penanda bahwa PLN tengah menghadapi kondisi lapangan yang berat.
Di tengah ancaman tersebut, fokus utama kini tertuju pada upaya mencegah kerugian yang lebih besar. Tanpa langkah penanganan yang sigap, longsor di Aceh Tengah berpotensi menimbulkan dampak berantai, mulai dari terganggunya pasokan listrik hingga kerusakan fasilitas penunjang di sekitarnya.
Source link












