Berita  

Reklamasi Trotoar dan Taman Gantikan Monorel Rasuna Said

Reklamasi Trotoar dan Taman Gantikan Monorel di Rasuna Said

Rangkaian tiang monorel yang lama berdiri di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akhirnya tuntas dibongkar. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan pekerjaan itu telah selesai dan kini Pemprov DKI beralih ke tahap berikutnya: menata ulang kawasan agar kembali nyaman dilalui warga. Fokusnya bukan sekadar merapikan bekas proyek mangkrak, tetapi mengubah area tersebut menjadi ruang jalan yang lebih tertib, dengan trotoar, selokan, dan taman yang ditata ulang.

Pembongkaran Selesai, Penataan Dimulai

Pramono menyebut pembongkaran tiang monorel di koridor Rasuna Said sudah rampung. Pekerjaan itu dikerjakan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, yang sejak pertengahan Januari 2026 berhasil menurunkan 109 tiang monorel. Ia mengaku bersyukur atas kerja cepat jajarannya yang dianggap mampu menuntaskan salah satu persoalan lama di Jakarta Selatan.

Setelah struktur lama itu hilang, Pemprov DKI langsung menyiapkan penataan kawasan. Langkah ini mencakup perapihan trotoar, pembenahan selokan, serta pembangunan taman di sepanjang area yang sebelumnya terkesan terbengkalai. Target penyelesaiannya dipatok pada Juni 2026.

Dari Proyek Mangkrak ke Wajah Baru Jalan Rasuna Said

Keberadaan tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said selama bertahun-tahun menjadi penanda proyek yang tak kunjung selesai. Kini, dengan pembongkaran yang telah tuntas, pemerintah daerah mencoba mengubah citra kawasan itu menjadi lebih fungsional dan enak dipandang. Penataan lanjutan diharapkan bukan hanya memperbaiki tampilan jalan, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi pejalan kaki dan pengguna jalan.

Sebelumnya, target pembongkaran sempat diarahkan selesai pada September 2025. Namun, Pramono terus mendorong percepatan agar proses itu tidak berlarut-larut. Hasilnya, pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dan membuka jalan bagi penataan kawasan yang sudah lama ditunggu.

Fokus Baru Pemprov DKI

Dengan pembongkaran selesai, perhatian kini bergeser ke kualitas ruang publik di salah satu ruas penting Jakarta Selatan itu. Bagi Pemprov DKI, tahap penataan menjadi ujian berikutnya: memastikan bekas proyek monorel tidak hanya hilang dari pandangan, tetapi juga berubah menjadi kawasan yang lebih rapi, aman, dan memiliki fungsi yang jelas bagi warga.

Source link