Kejahatan Debt Collector di Daan Mogot: Rampas Motor dan Aniaya Pengendara

JAKARTA — Aksi brutal yang diduga dilakukan penagih utang kembali membuat warga waswas di kawasan Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan menjadi korban perampasan kendaraan sekaligus penganiayaan pada Selasa pagi sekitar pukul 05.10 WIB. Peristiwa ini menambah daftar panjang keresahan warga terhadap modus premanisme yang kerap dibungkus sebagai penagihan kendaraan.

Kepolisian Turun Menelusuri Kejadian

Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, mengatakan pihaknya sudah menerima informasi terkait insiden tersebut dan tengah melakukan penyelidikan. Namun, hingga saat ini korban belum membuat laporan polisi resmi. Meski begitu, aparat menegaskan pengawasan di kawasan itu akan diperketat, terutama karena Jalan Daan Mogot kerap disebut rawan aksi serupa.

Tim Opsnal Unit Reskrim disebut rutin melakukan patroli terhadap praktik “mata elang” atau matel di sepanjang jalur tersebut. Langkah ini akan terus diperkuat untuk mencegah kejadian serupa terulang dan menekan ruang gerak pelaku yang kerap beraksi secara berkelompok.

Korban Mengaku Dikeroyok Empat Orang

Dalam sebuah video yang diunggah melalui Instagram, tampak seorang pria dengan pakaian kotor dan basah lumpur hitam air kali. Pria itu mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh empat orang yang mengaku sebagai matel. Ia menyebut para pelaku menuduh dirinya belum membayar cicilan motor selama tiga bulan.

Padahal, menurut pengakuannya, cicilan kendaraan tersebut baru dibayarkan pada 28 Februari. Setelah adu mulut, situasi berubah menjadi kekerasan. Korban kemudian dipukul, didorong, dan akhirnya terjatuh ke sungai hingga tidak berdaya. Sepeda motor miliknya dibawa kabur bersama barang-barang berharga yang ada di dalam tas.

Warga Diminta Waspada, Pelaku Masih Diburu

Korban yang disebut bekerja sebagai petugas sekuriti di Bank BSI Cisoka, Tangerang, kehilangan kendaraan sekaligus barang pribadinya dalam kejadian itu. Kasus ini kini masih ditangani kepolisian Kalideres. Di tengah maraknya modus penagihan ilegal yang menyaru sebagai petugas lapangan, aparat berharap masyarakat tidak ragu melapor agar penyelidikan bisa segera mengarah pada para pelaku.

Copyright © ANTARA 2026. Source link