Nadiem mengungkapkan bahwa para profesional teknologi yang direkrut, seperti Ibrahim Arif, bergabung murni karena idealisme pengabdian kepada negara. Talent-talenta kelas dunia bahkan bersedia memotong gaji mereka hingga setengahnya sebagai wujud pengabdian. Nadiem juga menjelaskan kesalahpahaman terkait tiga poin percakapannya di WhatsApp yang menjadi bagian dari dakwaan. Pertama, tentang otomatisasi pekerjaan birokrasi dan administrasi manual untuk efisiensi yang lebih baik melalui aplikasi ARKAS dan MARKAS. Kedua, mengenai penemuan talenta hebat di dalam kementerian yang akan diberikan tanggung jawab pada proyek penting. Dan ketiga, kolaborasi dengan pihak luar, termasuk organisasi masyarakat dan yayasan seperti Program Organisasi Penggerak (POP), untuk mempercepat reformasi pendidikan. Nadiem menegaskan bahwa para anak muda yang bergabung juga memiliki motivasi untuk berkontribusi dalam pengabdian kepada negara. Menurutnya, semangat pengabdian tersebut tercermin dari kesediaan mereka untuk mengorbankan sebagian besar dari gaji mereka demi membantu bangsa.
Bantahan Konspirasi & Klafifikasi Pesan WhatsApp: Mitos Terbantah
Read Also
Recommendation for You

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) telah menetapkan Eks Kepala Dinas Lingkungan Hidup…

Setiap tanggal 21 April, Hari Kartini diperingati untuk menghormati kelahiran Kartini yang terkenal karena perjuangannya…

Polres Badung, Bali telah mengungkap kasus dugaan penggelapan MacBook dengan modus pembayaran dalam bentuk cash…

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan berbagai jenis makanan dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang…








