Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan bahwa perang di Timur Tengah tidak berdampak pada stok pangan di Indonesia. Menurutnya, pemerintah telah mempersiapkan stok pangan dengan harga yang terjangkau. “Apa pun yang terjadi di Timur Tengah, kalau soal pangan, kita siap. Stoknya cukup, harga terjangkau, ya. Mau beras, jagung, telur, ikan, atau ayam, persediannya mencukupi,” ujar Zulhas di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Dia juga menekankan bahwa harga cabai yang sempat naik kini mulai turun dan bahwa persediaan pangan aman.
Untuk mencegah lonjakan harga pangan menjelang Lebaran, Zulhas mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan pasar murah dan subsidi. “Kami menyediakan pasar murah dan subsidi dari berbagai daerah, seperti bupati, wali kota, kecamatan, dan kelurahan. Selain itu, terdapat subsidi harga dari anggaran khusus untuk bencana tertentu. Pemerintah pusat juga memberikan diskon tiket kereta dan pesawat,” jelas Zulhas.
Selain pangan, Zulhas juga menegaskan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia tetap aman meskipun terjadi perang di Timur Tengah. Bahkan, menurutnya, stok BBM saat ini cukup untuk 30 hari ke depan. “BBM aman, stok kita bisa mencukupi selama 30 hari,” tegasnya. Dengan langkah-langkah yang telah diambil pemerintah, Zulhas percaya bahwa persediaan pangan dan BBM di Indonesia aman dan dapat bertahan dalam situasi yang tidak pasti.












