Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa beberapa negara telah mengambil langkah-langkah penghematan untuk menghadapi eskalasi konflik di Timur Tengah. Contohnya adalah Pakistan yang telah melakukan penghematan anggaran dan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Prabowo menekankan pentingnya Indonesia juga proaktif dalam mengurangi konsumsi BBM, dengan mengambil contoh dari langkah-langkah yang dilakukan Pakistan.
Salah satu tindakan yang diambil Pakistan adalah menerapkan kebijakan work from home (WFH) 50 persen untuk kantor pemerintah dan swasta, serta memotong hari kerja menjadi empat hari. Negara tersebut juga memangkas gaji anggota DPR sebesar 25 persen dan bahkan anggota kabinetnya tidak menerima gaji. Semua penghematan dari potongan gaji ini dialokasikan untuk membantu kelompok yang paling rentan.
Tak hanya itu, Pakistan juga mengurangi penggunaan BBM 50 persen untuk semua kementerian/lembaga dan mewajibkan 60 persen kendaraan pemerintah tidak digunakan setiap saat. Mereka juga menghentikan belanja AC, kendaraan, dan mebel dari lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan. Langkah-langkah ini diambil dalam menghadapi situasi kritis di Timur Tengah, dan Prabowo menyoroti pentingnya Indonesia untuk mempertimbangkan langkah serupa dalam menghadapi kondisi yang sama.
Yang perlu diingat adalah bahwa upaya penghematan yang dilakukan Pakistan dapat menjadi contoh bagi negara lain untuk mengelola krisis ekonomi akibat konflik di Timur Tengah. Selain itu, pembatasan penggunaan BBM dan penghematan anggaran merupakan langkah-langkah yang penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam situasi yang tidak pasti. Governor hanya menutup rapat kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3/2026) dengan menyampaikan urgensi untuk Indonesia dalam mengambil langkah-langkah proaktif serupa.












