Bank Jakarta dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyiapkan pembiayaan sindikasi hingga Rp2,11 triliun untuk mendukung tujuh proyek infrastruktur prioritas di Jakarta. Skema ini menggabungkan dana Rp1 triliun dari Bank Jakarta dan dukungan maksimal Rp1,11 triliun dari PT SMI.
Pembiayaan tersebut mencakup proyek transportasi, hunian, serta infrastruktur pengendalian banjir. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut kerja sama ini sebagai salah satu upaya memperluas sumber pendanaan pembangunan agar pelaksanaan proyek prioritas tidak hanya bergantung pada satu skema pembiayaan.
Empat proyek fisik dan tiga kelompok infrastruktur
Gubernur DKI Jakarta Pramono menyatakan tujuh kegiatan yang masuk dalam pembiayaan sindikasi itu terdiri atas pembangunan Flyover Latumeten, Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru, Rumah Susun Padat Karya Tahap II, serta Rumah Susun Rorotan IX Tahap I.
Tiga kegiatan lainnya mencakup pembangunan waduk, situ, dan embung; pembangunan polder dan kolam retensi; serta pembangunan tanggul dan pengendali banjir Pesisir Pantai Tahap III.
Setiap proyek memiliki sasaran yang berbeda. Flyover Latumeten diarahkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus keselamatan pengguna jalan. Pembangunan dua rumah susun ditujukan untuk menambah ketersediaan hunian bagi masyarakat.
Adapun waduk, situ, embung, polder, kolam retensi, serta tanggul pesisir berkaitan dengan peningkatan kapasitas Jakarta dalam mengendalikan banjir. Infrastruktur tersebut juga dikaitkan dengan upaya menghadapi risiko bencana dan dampak perubahan iklim.
Kolaborasi pembiayaan pembangunan daerah
Pramono mengatakan Pemprov DKI berkomitmen mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap layanan masyarakat.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mempercepat pemenuhan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan warga Jakarta,” kata Pramono di Jakarta, dikutip Sabtu (26/9/2026).
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan pembiayaan bersama PT SMI merupakan bagian dari dukungan bank terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur di ibu kota. Menurut dia, keterlibatan sektor keuangan dan pemerintah daerah penting untuk mempercepat penyediaan infrastruktur.
“Sinergi antara sektor keuangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi fundamental penting dalam mendorong akselerasi pemenuhan kebutuhan pembangunan di Kota Jakarta,” ujar Agus.
Agus menambahkan, Bank Jakarta akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyediakan skema pembiayaan bagi program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menilai pembangunan infrastruktur daerah memerlukan dukungan pembiayaan yang inovatif dan kolaboratif. PT SMI, kata dia, siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan alternatif pembiayaan sesuai kebutuhan pembangunan.
“PT SMI siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, sekaligus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Reynaldi.
Ia menyebut kerja sama dengan Bank Jakarta dapat menjadi salah satu model pembiayaan bagi pemerintah daerah lain, dengan penyesuaian terhadap kebutuhan proyek dan kapasitas keuangan masing-masing daerah.
Hingga Juli 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah sebesar Rp37,19 triliun. Dari jumlah tersebut, outstanding pembiayaan tercatat Rp13,67 triliun.












