Selama Operasi Berantas Jaya 2025, tindak pidana pemerasan mendominasi pengungkapan kasus di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa dari total 251 kasus yang diungkap, 115 di antaranya adalah kasus pemerasan. Tersangka yang berhasil ditangkap sebanyak 348 orang. Salah satu kasus menonjol adalah terkait penguasaan lahan parkir di RSU Tangerang Selatan oleh ormas Pemuda Pancasila sejak 2017. Situasi kericuhan terjadi ketika perusahaan pemenang tender untuk pengelolaan parkir di RSUD Tangerang dihalangi oleh Ormas PP. Kasus lain termasuk pemerasan terhadap pedagang di Pasar Sentra Grosir Cikarang (SGC), Kabupaten Bekasi, dan penguasaan lahan milik BMKG oleh ormas di Tangerang Selatan. Operasi Berantas Jaya 2025 fokus pada penindakan premanisme, tindak anarkis, penagih utang ilegal, dan kelompok geng motor. Jumlah target operasi mencapai 71 kasus dengan jumlah pengungkapan total 251 kasus dan 348 tersangka terkait. Jenis kasus yang diungkap termasuk pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pemerasan, pengeroyokan, kepemilikan senjata tajam, dan penganiayaan. Operasi ini dilakukan untuk memberantas kejahatan dan menjaga keamanan wilayah.
Pemerasan Dominasi: Kasus Pengungkapan Operasi Berantas Jaya 2025
Read Also
Recommendation for You

Pada hari Minggu tanggal 15 Maret, Polsek Tanjung Priok berhasil menangkap seorang pria berinisial DI…

Pada Minggu (15/3), sejumlah kejadian kriminal dan keamanan terjadi di wilayah DKI Jakarta. Mulai dari…

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam…

Kepolisian berhasil menangkap dua orang terduga pengedar obat keras di Jakarta Selatan guna memastikan keamanan…

Petugas gabungan di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, melakukan patroli pengawasan dan pengendalian ketertiban masyarakat (Pamwasdaltib)…







